Language : English French Chinese Simplified Arabic

BAB 04 - Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH

Bila Manusia BerTAKWA Kepada ALLAH Maka Manusia Harus MENYEMBAH ALLAH Dengan Memurnikan Ketaatan Dan Kepatuhannya Ketika Menjalankan Agama ALLAH Dan BerIBADAT Kepada ALLAH

(QS. Az Zumar (39) ayat 2, 11, 14)
(QS. Al Mu’min (40) ayat 14, 65)
(QS. Al Bayyinah (98) ayat 5-8)
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36, 48, 116)

“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran)
Dengan (membawa) kebenaran.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 2)


“Katakanlah : " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah
Dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 11)


“Katakanlah : " Hanya Allah saja yang aku sembah
Dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku"

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 14)


“Sembahlah Tuhanmu,
Dan berilah makanlah orang yang perlu di beri makan,
Dan tebarkanlah salam, niscaya kamu akan masuk syurga dengan selamat”

(Hadits riwayat Tirmidzi)



Bila Manusia Mengaku MENYEMBAH ALLAH Tetapi Tidak Patuh Dan Taat Kepada ALLAH
Maka Manusia Itu Adalah KAFIR-MUNAFIK

(QS. Al Baqarah (02) ayat 8, 14, 39)
(QS. An Nahl (16) ayat 104)

“Di antara manusia ada yang mengatakan :
“Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian",
Padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 8)


“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 39)


“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an),
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka
Dan bagi mereka azab yang pedih”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 104)


“Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui (bodoh),
Dan celakalah bagi orang yang mengetahui kemudian tidak mengamalkannya”

(Hadits riwayat abu Na’im)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
MANUSIA Adalah MAKHLUK CIPTAAN ALLAH

(QS. Al Baqarah (02) ayat 30)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 70)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat :
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"
Mereka berkata :
" Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
Membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau"
Tuhan berfirman :
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 30)


“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam,
Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,
Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik
Dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna
atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 70)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah UTUSAN ALLAH

(QS. Al Hajj (22) ayat 75)

“Allah memilih utusan-utusanNya dari malaikat dan dari manusia
Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Melihat”

(Al Qur’an surat Al Hajj (22) ayat 75)


“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka
Lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya,
Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”

(Al Qur’an surat Maryam (19) ayat 17)


“Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam
Dia dibawa turun oleh Ruh Al Amin (Jibril)”

(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 192-193)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah MAKHLUK ALLAH YANG PALING MULIA

(QS. Al Israa’ (17) ayat 70)

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam,
Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,
Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik
Dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna
Atas kebanyakan makhluk yang telah Kami Ciptakan”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 70)


“Ditanya orang Rasulullah saw :
Siapakah manusia yang paling mulia ?
Bersabda Nabi saw :
Yang paling takwa di antara mereka”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah Sebagai WAKIL ALLAH (KHALIFATULLAH) DIMUKA BUMI

(QS. An Naml (27) ayat 62)
(QS. Faathir (35) ayat 39)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 30)
(QS. Al A’raaf (07) ayat 129)

“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi
Barangsiapa yang kafir
Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri
Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah
Akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya
Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu
Tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”

(Al Qur’an surat Faathir (35) ayat 39)


“Allah swt. tidaklah mengutus seseorang Nabi atau mengangkat
Seseorang khalifah, melainkan ada dua orang pembantu
Yang berkepribadian; yang seorang menganjurkan kebaikan,
Dan seorang lagi yang menganjurkan kejahatan,
Sedang orang yang selamat ialah yang dipelihara oleh Allah”

(Hadits riwayat Bukhari)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah MEWAKILI ALLAH UNTUK MENJADI PENGUASA DI MUKA BUMI

(QS. Al An’aam (06) ayat 165)

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi
Dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat,
Untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya,
Dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

(Al Qur’an surat Al An’aam (06) ayat 165)


"Aku berbai'at kepada Nabi saw.
Atas kesediaan mendengarkan dan mematuhi kepada penguasa,
Maka beliau menuntun aku dalam hal yang aku mampu,
Dan atas kesediaan berbuat baik kepada setiap Muslim".

(Hadits riwayat Bukhari)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah PENOLONG AGAMA ALLAH

(QS. Ash Shaff (61) ayat 14)
(QS. Al Hajj (22) ayat 75)

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah
Sebagaimana Isa putera Maryam telah berkata
Kepada pengikut-pengikutnya yang setia : "Siapakah yang akan menjadi
Penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah ?".
Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:
"Kamilah penolong penolong agama Allah!",
Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir;
Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman
Terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang”.

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 14)


"Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia:
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”

(Al Qur’an surat Al Hajj (22) ayat 75)


“Saya ridho Allah menjadi Tuhanku, Islam jadi agamaku
Muhammad menjadi Rasul dan Nabiku”.

(Hadits riwayat Turmudzi)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah Sarana Untuk PENYAMPAI Kalam ILAHI

(QS. Al Maa-idah (05) ayat 67, 99)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 159, 174)
(QS. Al Kahfi (18) ayat 56)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 159, 187)
(QS. Al Ghaasyiyah (88) ayat 21-22)

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti)
Kamu tidak menyampaikan amanat-Nya
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 67)


“Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan dan Allah mengetahui
Apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 99)


“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya,
Harus kamu menganjurkan kebaikan dan mencegah mungkar,
Atau kalau tidak pasti Allah akan menurunkan siksa padamu,
Kemudian kamu berdo’a, maka tidak diterima dari kamu.”

(Hadits riwayat At Tirmidzi)


“Sampaikanlah dari ajaranku walaupun hanya satu ayat.”

(Hadits riwayat Bukhari)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah MEMENUHI JANJI ALLAH

(QS. Ar Ra’d (13) ayat 20)
(QS. Al An’aam (06) ayat 152)

“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah
Dan tidak merusak perjanjian”

(Al Qur’an surat Ar Ra’d (13) ayat 20)



“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim,
Kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.
Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.
Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya.
Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah Kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah.
Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat”

(Al Qur’an surat Al An’aam (06) ayat 152)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Fungsi MANUSIA Adalah MENJADI RAHMAT BAGI SELURUH MAKHLUK ALLAH (Baik Kepada Manusia Maupun Alam Semesta)

(QS. Al Anbiyaa’ (21) ayat 107)
(QS. Al Hajj (22) ayat 75)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 93)

“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”

(Al Qur’an surat Al Hajj (22) ayat 75)


“Dan tiadalah Kami mengutus kamu
Melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta Alam”

(Al Qur’an surat Al Anbiyaa’ (21) ayat 107)


“Orang yang belas-kasihan, akan disayangi oleh Allah swt.
Berfirman Allah swt.:
“Berkasih-sayanglah kamu terhadap orang yang ada di bumi,
Nanti akan mengasihi kamu orang yang ada di langit.”

(Hadits riwayat Ahmad)


“Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia,
Allah tidak akan mengasihinya.”

(Hadits riwayat At Tirmidzi)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Tugas MANUSIA Adalah HARUS MENYEMBAH ALLAH


(QS. Al Baqarah (02) ayat 21, 41, 83)
(QS. Nuh (71) ayat 3)
QS. Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36, 48, 116)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 23-24)
(QS. Az Zumar (39) ayat 2, 11, 14)
(QS. Al Mu’min (40) ayat 14, 65)
(QS. Al Bayyinah (98) ayat 5-8)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
Melainkan supaya mereka menyembahKu”

(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu
dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 21)


“Katakanlah : " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah
Dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 11)


“Katakanlah :
" Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya
Dalam (menjalankan) agamaku"

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 14)


“(Yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya
Dan taatlah kepadaku”

(Al Qur’an surat Nuh (71) ayat 3)


“Barangsiapa yang menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan
Kecuali Allah Yang Maha Esa dan tidak bersekutu,
Dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya,
Dan bahwa Isa adalah hamba dan utusan Nya
Serta kalimahNya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh daripada-Nya,
Serta menyaksikan bahwa syurga dan neraka itu adalah hak (benar-benar ada),
Maka Allah akan memasukkannya ke dalam syurga sesuai
Dengan apa yang mereka kerjakan”.

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


“Laksanakanlah apa yang diwajibkan Allah atas engkau,
Maka engkau menjadi manusia yang paling berbakti kepada Allah,
Dan jauhilah apa yang diharamkan Allah atas engkau,
Maka engkau akan menjadi orang yang paling menjauhkan diri dari dosa,
Dan terimalah apa yang ditentukan Allah bagimu,
Maka engkau menjadi orang yang terkaya”

(Hadits riwayat Ibnu Ady)



Mengapa MANUSIA Harus MENYEMBAH ALLAH Dan BerTAKWA Kepada ALLAH ?

Karena :
Tugas MANUSIA Adalah Harus Melaksanakan Semua PERINTAH ALLAH, Menjauhi Semua LARANGAN ALLAH Dan Melaksanakan FUNGSInya Dengan Baik

(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Yunus (10) ayat 109)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44, 194)
(QS. An Nahl (16) ayat 128)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 93)

“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.

(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 2-3)


“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu,
Dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan
Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 109)


“Tidak boleh seseorang itu taat
Terhadap perintah bermaksiat pada Allah,
Sesungguhnya taat itu hanyalah dalam kebaikan”

(Hadits riwayat Muslim)



Setelah Kita Mengetahui Tentang FUNGSI Dan TUGAS MANUSIA, MAKA KITA AKAN MEMAHAMI Mengapa MANUSIA Harus BerTAKWA
Melalui
BerIMAN Dan BerAMAL SALEH JIKA INGIN DIRIDHOI ALLAH

(QS. Al Bayyinah (98) ayat 7-8)
(QS. An Nahl (16) ayat 128)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 93)

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa
Dan orang-orang yang berbuat kebaikan”

(Al Qur’an An Nahl (16) ayat 128)


“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman
Dan mengerjakan amalan yang saleh
Karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu,
Apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, Kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan.
Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 93)


“Bertakwalah kepada Allah, dan janganlah engkau meremehkan
Perkara kebajikan dalam bentuk apapun, sekalipun engkau harus menuangkan
Timbamu kepada bejana orang yang meminta minum kepadamu,
Atau kamu harus menyambut saudaramu dengan wajah yang selalu berseri”

(Hadits riwayat Imam Thayalis)



SeBURUK-BURUK Makhluk ALLAH
Adalah
AHLI Kitab Dan Orang KAFIR
Karena
Tidak BerIMAN Dan Tidak BerAMAL SALEH
Tetapi
SeBAIK-BAIK Makhluk ALLAH
Adalah
Orang-orang Yang BerIMAN Dan BerAMAL SALEH

(QS. Al Bayyinah (98) ayat 6-7)

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab
Dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam;
Mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
Mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”

(Al Qur’an surat Al Bayyinah (98) ayat 6-7)


“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman
Dan mengerjakan amalan yang saleh
Karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu,
Apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, Kemudian mereka (tetap juga ) bertakwa dan berbuat kebajikan.
Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 93)


“Ditanya Rasulullah saw : “Siapakah manusia yang paling mulia ?”
Bersabda Nabi saw : “Yang paling takwa di antara mereka”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Selengkapnya...

BAB 03 - Konsekuensi MANUSIA BerTAKWA Kepada ALLAH

BerTAKWA Kepada ALLAH
Adalah
Konsekuensi Dari Benar-benar BerIMAN Kepada ALLAH

(QS. Yunus (10) ayat 84)
(QS. At Taubah (09) ayat 51, 119)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 27, 35, 112)

“Berkata Musa : Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah,
Maka bertawakkallah kepadaNya saja,
Jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”

(Al Qur’an surat Yunus (10 ayat 84)


Katakanlah:"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah
Ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami,
Dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal"

(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 51)


"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah,
Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”

(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 119)


“Dari Sufyan bin Abdullah ra, berkata :
Saya bertanya, “ya rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam
Akan suatu perkataan, tidaklah aku bertanya tentangnya
Kepada seorangpun selain engkau,”
Nabi menjawab : Katakanlah olehmu aku beriman kepada Allah
Kemudian istiqomah (lurus dalam amalan)”

(Hadits riwayat Muslim)



IBLIS-SYAITAN BerIMAN Kepada ALLAH
Tetapi
Mereka Tidak BerTAKWA Kepada ALLAH

(QS. Al A’raaf (07) ayat 15-17)
(QS. Shaad (38) ayat 79-84)

“Allah berfirman:"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh"
Iblis menjawab:
"Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (07) ayat 15-16)


“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk,
Maka baginya ada pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya
Tanpa berkurang sedikitpun.
Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya mendapat dosa
Bagi yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun”

(Hadits riwayat Bukhari)



Bila Manusia BerTAKWA Kepada ALLAH Maka Manusia Harus BerIMAN, TAAT Dan PATUH Kepada ALLAH

(QS. Al Maa-idah (05) ayat 35, 57, 112)
(QS. Yunus (10) ayat 84)
(QS. At Taubah (09) ayat 51, 119)

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah Kepada Allah
Dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya,
Dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 35)


“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata:
"Hai Isa putera Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan
Hidangan dari langit kepada kami".
Isa menjawab:
"Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman"

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 112)


“Bertakwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada,
Iringilah kejahatan dengan kebaikan, maka terhapuslah kejahatan itu
Dan pergaulilah manusia dengan budi yang baik”.

(Hadits riwayat Thabrani)



Dan Bila Manusia BerTAKWA Kepada ALLAH Maka Manusia Harus MENYEMBAH ALLAH Dengan MeMURNIkan KeTAATan Kepada ALLAH

(QS. Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)
(QS. Adz Dzaariyaat (39) ayat 2, 11, 14)
(QS. Al Mu’min (40) ayat 14, 65)

“Dan Aku tidak menciptakan
Jin dan manusia
Melainkan supaya mereka menyembahKu”

(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)


“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an)
Dengan (membawa) kebenaran.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 2)


“Katakanlah :
Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah
Dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”

(Al Qur’an surat Az Zumar (39) ayat 11)


“Sembahlah Allah, seolah-olah engkau melihatNya
Jika engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Allah melihat engkau
Dan anggaplah dirimu termasuk orang-orang yang mati
Dan takutilah akan doa orang yang teraniaya
Karena sesungguhnya doanya dikabulkan Allah”

(Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Zaid bin Arqam)
Selengkapnya...

BAB 02 - Definisi Dari IMAN, KAFIR, MUNAFIK, FASIK, SYIRIK, MURTAD, dan TAKWA

Definisi Beriman :
BerIMAN Kepada ALLAH
Adalah
“PERCAYA” ADANYA ALLAH
Akan Tetapi Belum Tentu Melaksanakan Perintah-Perintah Allah

(QS. Shaad (38) ayat 79-84)
(QS. Al Kahfi (18) ayat 50)

"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".
Iblis menjawab:
"Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,
dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”

(Al Qur’an surat Al A’raaf (07) ayat 15-17)


“Iblis menjawab:
Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya
Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”

(Al Qur’an surat Shaad (38) ayat 82-83)


“Sesungguhnya syaitan berkata: Demi kemuliaan Engkau wahai Tuhan
Aku akan senantiasa menyesatkan hamba-Mu
Selama ruh berada dalam tubuh mereka
Maka Allah swt berfirman: Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku
Senantiasa Aku mengampuni mereka
Selama mereka memohon ampun kepada-Ku”

(Hadits riwayat Ahmad)


“Orang-orang Arab Badwi itu berkata : Kami telah beriman
Katakanlah (kepada mereka) :
Kamu belum beriman, tetapi katakanlah
Kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu
Dan jika kamu taat kepada Allah dan rasulNya
Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

(Al Qur’an surat Al Hujuraat (49) ayat 14)


“Iman itu adalah beriman kepada Allah,
Malaikat-malaikatnya dan berteman dengannya,
Beriman kepada utusannya dan beriman kepada hari berbangkit”

(Hadits riwayat Bukhari)


IBLISpun, BerIMAN Kepada ALLAH BerIMAN Hanya Sekedar PERCAYA Belum Tentu MENGERTI Secara UTUH Dan Belum Tentu MENGERJAKAN Perintah-perintah ALLAH Ada Yang BerIMAN Tetapi Masih MELAKSANAKAN Larangan-larangan ALLAH

(QS. Al A’raaf (07) ayat 15-16)
(QS. Shaad (38) ayat 82-83)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
Melainkan supaya mereka menyembahKu”

(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)


“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik
(akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya.
Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman
Dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”

(Al Qur’an surat Al Bayyinah (98) ayat 6-7)


“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)



Asal Kata KAFIR :
KAFIR Berasal Dari Kata KAFARO
Kata KAFARO Berasal Dari Bahasa ARAB
KAFARO Berarti MENOLAK, INGKAR Dan Tidak PERCAYA

(QS. Al Baqarah (02) ayat 6-7, 28, 34, 39, 41)
(QS. Qaaf (50) ayat 24)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 2, 7)

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati,
Lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan
Dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 28)


“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 39)


“Nabi telah bersabda kepadaku sewaktu haji Wada
Supaya menyuruh orang ramai diam setelah orang ramai diam
Beliau bersabda :
Janganlah kamu kembali menjadi orang kafir Setelah peninggalanku
Dengan memukul-mukul leher
Di antara satu sama lain dikalangan kamu”

(Hadits riwayat Jarir)

Definisi KAFIR :
KAFIR Kepada ALLAH
Adalah
Sifat MENOLAK, INGKAR, Tidak PERCAYA Dan MENDUSTAKAN

Kepada Ayat-ayat ALLAH
Kepada Manajemen ALLAH
Kepada Hukum (Syariat) ALLAH

(QS. Al Baqarah (02) ayat 39)
(QS. An Nahl (16) ayat 104-106)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 47)
(QS. Ar Ruum (30) ayat 16)
(QS. Al Jatsyiyah (45) ayat 11)
(QS. Al Hadiid (57) ayat 19)
(QS. Al Buruuj (85) ayat 19)
(QS. Al Balad (90) ayat 19)
(QS. At Taghabuun (64) ayat 10)
(QS. Al Insyiqaaq (84) ayat 22)

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran),
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan,
Hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah,
Dan mereka itulah orang-orang pendusta.
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman
(dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir
Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa),
Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran,
Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 104-106)


“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 39)



Definisi MUNAFIK :
MUNAFIK
Adalah
MENGAKU BERIMAN KEPADA ALLAH
Tetapi
TIDAK MAU MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH

(QS. At Taubah (09) ayat 74)

“Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah
Bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu)
Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran
Dan telah menjadi kafir sesudah Islam
Dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya
Dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya) kecuali karena Allah
Dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka
Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka
Dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab
Yang pedih di dunia Dan di akhirat
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung
Dan tidak (pula) penolong di muka bumi”

(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 74)


“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara dia berdusta
Dan apabila berjanji dia ingkar pada janjinya itu
Dan apabila dia dipercaya dia khianat”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah)

Definisi MUNAFIK :
Adalah
Bagian Dari Sifat KAFIR,
Karena Pernah BerIMAN Tetapi KAFIR Lagi
Hasil Akhir Dari Sifat MUNAFIK :
Adalah
Tidak BerIMAN Kepada Ayat-ayat ALLAH Secara KAFAH (UTUH)

(QS. At Taubah (09) ayat 68, 73)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 1, 48)
(QS. Al Munaafiquun (63) ayat 1-3)
(QS. At Tahrim (66) ayat 9)

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:
Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya;
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu
benar-benar orang pendusta. mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai,
Lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman,
Kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati;
Karena itu mereka tidak dapat mengerti”

(Al Qur’an surat Al Munaafiquun (63) ayat 1-3)


“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik
dan bersikap keraslah terhadap mereka.
Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”

(Al Qur’an surat At Tahrim (66) ayat 9)

Definisi MUNAFIK :
MUNAFIK
Adalah
SIFAT YANG PERCAYA ADANYA ALLAH,
Tetapi
BerDUSTA TIDAK MAU MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH

(QS. Al Munaafiquun (63) ayat 1)
(QS. At Taubah (09) ayat 74)

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:
"Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah".
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya;
Dan Allah mengetahui bahwa
Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta”

(Al Qur’an surat Al Munaafiquun (63) ayat 1)


“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara dia berdusta,
Dan apabila dia berjanji, dia ingkar pada janjinya,
Dan apabila dia dipercayai dia khianat”

(Hadits riwayat Bukhari)

Definisi MUNAFIK :
Adalah
“PENYAKIT HATI”
Menolak Ayat-ayat ALLAH
"Sifat KAFIR Terhadap Ayat-ayat ALLAH"

(QS. Al Anfaal (08) ayat 49)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 12, 60)
(QS. At Taubah (09) ayat 77)

“(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit
Di dalam hatinya berkata:
"Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya".
(Allah berfirman): "Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah,
Maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

(Al Qur’an surat Al Anfaal (08) ayat 49)


“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik
Dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata:
"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya"

(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 12)


“Tidaklah beriman seseorang hamba dengan iman yang sempurna
Sehingga meninggalkan kedustaan sekalipun bersenda gurau
Dan meninggalkan pertengkaran, walaupun dia orang benar”

(Hadits riwayat Ahmad)


"Orang-orang munafik pada masa sekarang lebih jahat
Daripada mereka di masa Nabi saw. dimana mereka
Pada waktu itu merahasiakan kekafiran, tidak menyatakan kejahatannya
Sedangkan pada masa sekarang mereka berterang-terang
Menyatakan perlawanan kepada imam dan menebarkan kejahatan
Di antara golongan-golongan"

(Hadits riwayat Bukhari)


"Sesungguhnya kemunafikan itu terdapat di masa Nabi saw. saja,
Adapun pada masa sekarang sesungguhnya kemunafikan itu adalah
Kekafiran sesudah keimanan"

(Hadits riwayat Bukhari)



Asal Kata FASIK
FASIK Berasal DARI Bahasa ARAB
Yang Berarti :
Sudah TAHU
Sudah MENGERTI,
Sudah PAHAM
Tetapi Tidak MAU MemPRAKTEKkan Atau Tidak MAU MELAKSANAKANnya Dalam Kehidupannya

(QS. Al Baqarah (02) ayat 99)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 82)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 47)
(QS. An Nuur (24) ayat 55)

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas
Dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 99)


“Barangsiapa yang berpaling sesudah itu,
Maka mereka itulah orang-orang yang fasik”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 82)


“Rasulullah s.a.w bersabda:
Mencaci dan memaki orang-orang Islam adalah fasik
Dan memerangi mereka adalah kafir”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


Definisi FASIK :
FASIK
Adalah
Bagian Dari Sifat KAFIR
Karena Hasil Akhir Dari Sifat FASIK Adalah Tidak Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH Secara KAFAH (UTUH)

(QS. Al An’aam (06) ayat 49)
(QS. At Taubah (09) ayat 84)

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik”

(Al Qur’an surat Al An’aam (06) ayat 49)


“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang
Yang mati di antara mereka dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya
Dan mereka mati dalam keadaan fasik”

(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 84)


“Orang yang bermuka dua di dunia, adalah baginya pada hari kiamat
mempunyai dua lidah dari neraka”

(Hadits riwayat Abu Daud dari Amar)


“Nabi s.a.w pernah bersabda:
Allah telah berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksaannya:
Seandainya kamu mempunyai dunia yang penuh dengan kelengkapannya,
Maukah kamu menebus dirimu dengan semuanya itu?
Orang itu menjawab: Ya! Allah s.w.t berfirman lagi:
Aku telah meminta daripadamu sesuatu yang lebih ringan
Berbanding dengan perkara ini
Ketika engkau berada di tulang sulbi Nabi Adam,
Yaitu agar engkau tidak menyekutukan Aku.
Aku menyangka engkau melaksanakan permintaan tersebut.
Allah s.w.t berfirman:
Aku juga tidak akan memasukkan kamu ke dalam neraka,
tetapi kamu ingkar dan tetap menyekutukan aku”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)



Asal Kata SYIRIK :
SYIRIK Berasal Dari Bahasa Arab
Yang Berarti
MEMPERSEKUTUKAN ALLAH Dengan Sesuatupun (Makhluk ALLAH)
SYIRIK Merupakan DOSA Yang Tidak DiAMPUNi Oleh ALLAH

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 48, 116)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
Bagi siapa yang dikehendaki-Nya
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,
Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 48)


“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia,
Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”
(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 116)


“Jauhilah oleh kamu sekalian tujuh macam dosa
Yang membawa kehancuran (dosa besar), yaitu :
Mempersekutukan Allah, menjalankan sihir,
Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali demi menegakkan kebenaran,
Memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan
dan menuduh berbuat Zina kepada wanita yang baik-baik yang lemah lagi beriman”

(Hadits riwayat Syaikhani)


Definisi SYIRIK :
SYIRIK Adalah
Bagian dari Sifat KAFIR Terhadap Ayat-ayat ALLAH
Karena Hasil Akhir Dari Sifat SYIRIK Adalah Menolak PERINTAH-PERINTAH ALLAH Dalam Kehidupan Manusia

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 83)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
Dengan sesuatupun Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak,
Karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
Dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
Dan membangga-banggakan diri”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 36)


“Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap hamba-Nya,
Allah membukakan pintu hatinya, lalu Allah mengisinya dengan keyakinan
Dan kejujuran dan Allah menjadikan hatinya waspada terhadap apa
yang sedang ia jalani dan Allah menjadikan hatinya sejahtera dan lidahnya benar,
Dan tabiatnya baik dan Allah menjadikan telinganya mau mendengarkan
Dan matanya mempunyai ketajaman pandangan”

(Hadits riwayat Syekh dari Abu Dzar)



Asal Kata MURTAD :
MURTAD Berasal Dari Bahasa ARAB
Yang Berarti Pernah BerIMAN, Sekarang Keluar Dari Ajaran-ajaran ALLAH Sehingga BerDUSTA Dan Tidak Melaksanakan Perintah-perintah ALLAH Lagi
Atau
Mendustakan Ayat-ayat ALLAH Baik Dilakukan Dengan Sengaja Maupun Tidak Sengaja

(QS. An Nahl (16) ayat 104)
(QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 7)
(QS. Adz Dzaariyaat (51) ayat 10)

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman
Kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an)
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka
Dan bagi mereka azab yang pedih”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 104)


“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta”

(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 10)


“Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w bersabda:
Seseorang yang biasa berlaku jujur,
Maka beliau akan dicatat sebagai orang yang jujur.
Sebaliknya orang yang biasa berbohong (berdusta)
Maka beliau akan dicatat sebagai pembohong”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


Definisi MURTAD :
MURTAD
Adalah
Bagian dari Sifat KAFIR Terhadap ALLAH, Karena Hasil Akhir Dari MURTAD Adalah Tidak Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH
Atau
DUSTA Terhadap Ayat-ayat ALLAH

(QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 7)
(QS. Ar Ruum (30) ayat 16)
(QS. Al Hadiid (57) ayat 19)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 10)
(QS. Al Insyiqaaq (84) ayat 22)
(QS. Al Balad (90) ayat 19)

“Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang
Yang banyak berdusta lagi banyak berdosa”

(Al Qur’an surat Al Jaatsiyah (45) ayat 7)


"Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya)”

(Al Qur’an surat Al Insyiqaaq (84) ayat 22)


“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan,
Dan kebaikan membawa kepada syurga,
Sesungguhnya seseorang yang jujur dituliskan Allah akan kejujurannya,
Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kedurhakaan,
Dan durhaka membawa kepada neraka,
Sesungguhnya seseorang yang suka dusta, dituliskan Allah akan dustanya itu.”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


‘Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara, dia berdusta, dan apabila dia berjanji
Dia ingkar pada janjinya itu,
Dan apabila dia dipercaya dia khianat”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)



Definisi TAKWA :
TAKWA Berasal Dari Bahasa ARAB
Yang Berarti
PATUH, TAAT, TAKUT

BerTAKWA KEPADA ALLAH
Berarti
PATUH, TAAT Dan TAKUT Kepada ALLAH

BerTAKWA (PATUH, TAAT, TAKUT) KEPADA ALLAH
Adalah
Betul-betul BerIMAN KEPADA ALLAH
Dengan
PATUH MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH
Dan
TAAT MENJAUHI SEGALA LARANGAN ALLAH
(Karena Patuh, Taat Dan Takut Kepada Allah)

(QS. Al Maa-idah (05) ayat 27, 57, 112)
(QS. At Taubah (09) ayat 51, 119)
(QS. An Naml (27) ayat 53)

“Hai orang-orang yang beriman,
Janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu,
Orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan,
(yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu,
Dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik).
Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 57)


“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: Hai Isa putera Maryam,
Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami
Isa menjawab:
"Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman"

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 112)


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
Dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi
Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu)
Orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit
Dan orang-orang yang menahan amarahnya Dan memaafkan (kesalahan) orang
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 133-134)


“Dua macam tabiat (perangai) mengasihi Allah akan keduanya
Dan dua macam tabiat yang membenci Allah akan keduanya
Maka adapun keduanya yang disukai Allah ialah Pemurah dan berani
Dan adapun yang dibenci akan keduanya oleh Allah ialah Jahat perangai dan bakhil
Dan apabila menghendaki Allah dengan hambaNya akan kebaikan
Bekerjalah hamba itu dalam melaksanakan tugasnya
Buat kepentingan manusia”

(Hadits riwayat Baihaqi dari Ibnu Umar bin ‘Ash)


“Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir
Dan di antaramu ada yang beriman.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat At Taghaabun (64) ayat 2)


“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah.
Dan kebanyakan mereka tidak beriman”

(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 8)


“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat)
Dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman”

(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 67)


“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah),
Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman”

(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 103)


“Dan orang-orang yang berkata:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami
Dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),
Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

(Al Qur’an surat Al Furqaan (25) ayat 74)


“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang
Yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,
Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri
Dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula)
Yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.
Yang demikian itu itu adalah karunia yang amat besar”

(Al Qur’an surat Faathir (35) ayat 32)


“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
Yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaaf (61) ayat 2-3)


“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”

(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 2-3)


“Berfirman Allah Ta’ala :
Aku adalah Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Aku,
Maka barangsiapa yang tetap mentauhidkan Aku (mengesakan Aku)
Masuklah dia dalam pemeliharaan-Ku
Dan barangsiapa yang masuk pemeliharaan-Ku, amanlah dia dari adzab-Ku”

(Hadits riwayat Syairazi dari Ali)


“Orang yang merasai kemanisan iman ialah
Orang yang ridho dengan Allah sebagai Tuhannya
Dan dengan Islam sebagai agamanya
Dan dengan nabi Muhammad saw sebagai rasulnya”

(Hadits riwayat Tirmidzi)


“Bacalah Al Qur’an
Karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat pada orang
Yang mempelajari dan mentaatinya”

(Hadits riwayat Muslim)


“Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui (bodoh),
Dan celakalah bagi orang yang mengetahui kemudian tidak mengamalkannya”

(Hadits riwayat abu Na’im)


“Rasulullah s.a.w bersabda:
Siapa yang sengaja mendustakan aku,
Maka bersedialah untuk menerima azab api Neraka”

(Hadits riwayat Abu Hurairah)

Selengkapnya...

BAB 01 - Mengapa Jika BerTAKWA Kepada ALLAH Kita Harus BerIMAN Dan BerAMAL SALEH

Minimal Ada 14 (Empat Belas) Hal Penting Tentang BerTAKWA Kepada ALLAH Harus BerIMAN Dan BerAMAL SALEH

Untuk Memahami BerTAKWA Kepada ALLAH Harus BerIMAN Dan BerRAMAL SALEH, Kita Perlu Mempelajari Minimal 14 Hal Penting Seperti Berikut :

  1. Definisi IMAN, MUNAFIK, FASIK, SYIRIK, MURTAD Dan TAKWA
  2. Konsekuensi Manusia BerTAKWA Kepada ALLAH
  3. Mengapa Manusia Harus Menyembah ALLAH ?
  4. Definisi TAKWA Versi ALLAH
  5. TAKWA Versus IMAN Dan BerAMAL SALEH
  6. Mengapa Jika BerIMAN Dan BerTAKWA Kepada ALLAH Harus BerAMAL SALEH ?
  7. Kapan Kita Harus BerIMAN Dan BerAMAL SALEH (TAKWA) ?
  8. Kepada SIAPA Kita Harus BerAMAL SALEH (TAKWA) ?
  9. Bagaimana Caranya BerIMAN Dan BerAMAL SALEH (TAKWA) ?
  10. Untuk Siapakah Manfaat dari BerIMAN Dan BerAMAL SALEH (TAKWA) ?
  11. Apakah MANFAAT Dan PAHALA bagi Orang-orang Yang BerIMAN Dan BerAMAL SALEH (TAKWA) ?
  12. Kiat-kiat Melestarikan KeTAKWAan Kepada ALLAH
  13. Ayat-ayat ALLAH Tentang BerTAKWA Dan BerIMAN Kepada ALLAH Harus BerAMAL SALEH
  14. Aplikasi BerIMAN Dan BerAMAL SALEH Dalam Kehidupan Manusia
Selengkapnya...

BAB 06 - Aplikasi Hikmah Setelah MEMBACA, MEMPELAJARI, MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI AL QUR’AN Dalam Kehidupan Manusia

Setelah kita mempelajari kiat-kiat menafsirkan ayat-ayat Allah untuk memahaminya yang sesuai dengan Visi Misi Allah, apa yang harus kita kerjakan.

Allah sangat murka kepada manusia yang tidak mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan (QS.61:2-3; 10:44, 109; 39:39; 9:105). Manusia patut bersyukur kepada Allah atas karuniaNya yang telah melengkapi manusia dengan kaki, tangan, mulut, akal pikiran, telinga, wajah dan perasaan (QS.14:7; 17:36; 36:65; 7:179-180).

Allah sangat murka kepada manusia yang tidak bersyukur atas segala karunia Allah (QS.14:7). Perwujudan rasa syukur kepada Allah harus dinyatakan dalam melakukan perbuatan kebajikan kepada sesama manusia dengan kerelaan hati (QS. 2:83, 158, 184; 3:92, 133-134; 4:46). Karena Allah menciptakan manusia, agar manusia dapat berbuat kebajikan terhadap manusia lainnya. Allah menciptakan manusia untuk dijadikan utusanNya yang harus menjadi rahmat bagi semesta alam (QS. 22:75; 21:107).

Silahkan berkiprah mulia sesuai dengan profesi, kesanggupan dan agamanya dilingkungannya masing-masing baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit. Berlomba-lomba berbuat kebajikan, beriman dan beramal saleh kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat dan sesama manusia yang lainnya tanpa membeda-bedakan latar belakang dan agamanya (QS. 2:83, 148, 177, 215; 4:36,48).

Perwujudan rasa syukur tersebut harus diaplikasikan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, bernegara dan beragama melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut:

Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan Hikmah Mempelajari ayat-ayat Allah Dalam Kehidupan Berkeluarga

  • Ayah mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan memberi contoh kepada anak dan istrinya dengan senantiasa gemar membaca dan mempelajari Al Qur`an sesuai dengan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan berbuat kebajikan kepada anak dan isterinya, misalnya mencari nafkah yang halal, lemah lembut dan tidak berhati kasar.
  • Ibu mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan mengajak kepada anak dan suaminya agar senantiasa gemar membaca dan mempelajari Al Qur`an sesuai dengan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan berbuat kebajikan kepada anak dan suaminya misalnya senantiasa memperhatikan keluarganya dengan lemah lembut dan tidak berhati kasar.
  • Anak mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan membaca dan mempelajari Al Qur`an dengan mengajak teman-temannya agar senantiasa membudayakan membaca dan mempelajari Al Qur`an berdasarkan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan giat belajar, patuh taat kepada orang tua dan guru.

Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan Hikmah Mempelajari Ayat-ayat Allah” Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dan Bernegara

  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan berinisiatif aktif memberitakan kepada tetangga dekat yang belum mengetahui tata cara mempelajari Al Qur’an dengan mudah..
  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan memelihara hubungan silaturahmi gotong-royong dengan sesama rakyat Indonesia tanpa membedakan suku bangsa, agama dan latar belakangnya, mengadakan kerjasama melakukan kegiatan sosial memberikan bantuan kepada masyarakat prasejahtera.
  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan membantu program pemerintah secara aktif, khususnya dalam menjaga ketertiban, keamanan, kesatuan, persatuan dan kerukunan hidup antarumat beragama dilingkungannya masing-masing demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.

Disarankan untuk membentuk kelompok kecil pengkajian Al Qur’an dilingkungannya masing-masing dan melakukan gerakan peduli anak bangsa, misalnya saja mewujudkan karya nyata sosial bersama-sama karib kerabat, teman sekerja, teman se RT atau lainnya untuk membantu masyarakat fakir miskin khususnya bantuan dalam bentuk ;

1.Bantuan bea siswa kepada siswa miskin SD/SLTP.
2.Bantuan makanan tambahan anak untuk Balita (Posyandu).
3.Bantuan makanan bergizi/sembako untuk Lanjut Usia (Posyandu).
4.Bantuan tunjangan hidup kepada guru honorer dan guru mengaji.
5.Bantuan memberikan Al Qur’an terjemahan dan modul-modul tahapan menguasai Al Qur’an kepada masyarakat miskin.

Dan bantuan lainnya disesuaikan dengan dana dan keadaan calon penerima bantuan dilingkungannya masing-masing. Karya nyata berbuat baik terhadap sesama manusia sebagai perwujudan aplikasi dari “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah”


Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan “Hikmah Mempelajari Ayat-ayat Allah” Dalam Kehidupan Beragama


  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan mempelajari dengan tekun kitab sucinya masing-masing untuk memperoleh hikmah VISI dan MISI Allah serta dapat menguasai ilmu keagamaannya masing-masing.
  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca,, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan menggali, mencari dan mempelajari persamaan-persamaan nilai-nilai agamis dengan agama lainnya untuk memperkuat tali persaudaraan manusiawi diantara umat beragama, walaupun syariat agamanya berbeda-beda.
  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah (Al Qur’an dan Hadits Nabi)” dengan ikut aktif dalam organisasi Forum Silaturahmi Antarumat Beragama, agar dapat memberikan contoh tauladan kepada anak, cucu sebagai calon-calon manusia dewasa Indonesia bahwa semua agama berbeda dan tidak mungkin sama tetapi masih ada hal-hal dan nilai-nilai yang sama untuk dijadikan jembatan agar manusia dapat hidup rukun, damai dan sejahtera.

Musuh utama rakyat Indonesia, yaitu kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Musuh rakyat Indonesia bukannya perbedaan jenis kelamin, bukannya perbedaan partai, bukannya perbedaan suku bangsa, bukannya perbedaan agama, bukannya perbedaan mazhab dan bukannya perbedaan-perbedaan lainnya yang sangat banyak sekali.

Mudah-mudahan seluruh rakyat Indonesia dapat memahami kitab sucinya masing-masing sehingga dapat bersatu padu, seia sekata, sehati sepikir dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan di bumi persada Indonesia ini, melalui karya nyata yang langsung dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia miskin prasejahtera

Diharapkan bagi rakyat Indonesia yang mapan dan relatif mampu dapat bersatu untuk membantu rakyat Indonesia yang miskin, tanpa membedakan mazhab, partai, agama, paham, dan perbedaan-perbedaan lainnya yang tak mungkin habis sepanjang zaman.

Jangan sampai rakyat Indonesia habis enersinya memperdebatkan perbedaan paham dan program, sedangkan dilain pihak rakyat Indonesia yang miskin menganga lapar dan tambah miskin, karena rakyat Indonesia yang kaya dan pintar-pintar masih sedang berdebat dan masih tetap membenarkan egonya.

Mudah-mudahan melalui “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah (Al Qur’an dan Hadits Nabi)” seluruh umat Islam Indonesia dapat bersatu padu, seia sekata, sehati sepikir bersama-sama membangun Indonesia baru memberantas kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan cara mempelajari Al Qur’an, sehingga Indonesia baru dapat mewujudkan Indonesia yang sejahtera, aman damai dan hidup rukun antarumat beragama dalam Kebhineka Tunggal Ikaan yang Islami, Insya Allah.
Selengkapnya...

BAB 05 - Marilah Kita PELAJARI BERSAMA MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN

“Apakah Bahasa Al Qur’an Sama Dengan Bahasa Arab ?

BAHASA AL QUR’AN Adalah Kumpulan Dari Ayat-ayat ALLAH Yang Mudah Dan Yang Saling Mendukung Sehingga Dapat Membentuk Suatu Pemahaman Dari Hasil PeNAFSIRan Yang Utuh

SILAHKAN MEMBACA Dengan BERULANG-ULANG Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150 MINIMAL 4 KALI DIBACANYA

“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram;
Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu
Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram
Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya,
Agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang
yang zalim di antara mereka”

(Al Qur`an surat Al Baqarah (02) ayat 149-150)


Apakah MAKSUD Dari KATA-KATA :
Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?
(Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Apakah Maksud Dari MEMALINGKAN WAJAH KE MASJIDIL HARAM DIMANA SAJA KAMU BERADA ?
(Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Sebelum Kita “MeNAFSIRkan” Maksud Dari Surat Ke 2 (Al-Baqarah) Ayat 149-150 Kita Harus Mengingat-ingat Lagi Semua Ayat-ayat Ke 13 Hal Penting Sebagai Pedoman Kita Untuk MEMAHAMInya

Berdasarkan KE 13 HAL TERSEBUT Kita Mencoba MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI APA MAKSUD Atau MAKNA Dari MEMALINGKAN WAJAH KE MASJIDIL HARAM
DIMANA SAJA KAMU BERADA (Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Mari Kita Cek Ayat-ayat Allah Dari Delapan Surat Dengan Melihat Dan Membaca Langsung Di Dalam Al Qur’annya Masing-masing Sebagai Berikut:

1.Surat ke- 20 (Thaahaa) ayat 2, 14
2.Surat ke- 03 (Ali `Imran) ayat 190-191
3.Surat ke- 10 (Yunus) ayat 100
4.Surat ke- 04 (An Nisaa’) ayat 103
5.Surat ke- 62 (Al Jumu`ah) ayat 10
6.Surat ke- 50 (Qaaf ) ayat 39-40
7.Surat ke- 15 (Al Hijr) ayat 98-99
8.Surat ke- 61 (Ash Shaff ) ayat 2-3

Kedelapan Surat Tersebut Di Atas Dan Ketigabelas (13) Ayat-ayat Allah Yang Lalu Akan Dapat Membantu Kita Dalam “Menafsirkan” Surat Ke-2 Al Baqarah Ayat 149-150

Jadi, Apakah MAKSUD ALLAH Tentang
Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM

AGAR MANUSIA TIDAK MENJADI SUSAH ?

Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?
Adalah Suatu PERUMPAMAAN Yang Harus Dicerna Oleh AKAL SEHAT

Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?

MAKSUDNYA ADALAH :
Manusia Harus Selalu Ingat Allah Ingat Perintah-Perintah Allah Kapan Saja Dan Dimana Saja Untuk Selalu Dilaksanakannya
(Iya… . Nggak ? Kalo Tidak Mau Susah !!)

Oleh Karena Itu DALAM MeNAFSIRkan SATU AYAT ALLAH Harus Ditafsirkan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya AGAR PENAFSIRANnya LUAS Dan Tidak Bertentangan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

Apakah Akan Sama ?
HASIL PENAFSIRAN AYAT ALLAH YANG BERDASARKAN SATU AYAT ALLAH Dengan YANG BERDASARKAN LEBIH DARI SATU AYAT ALLAH

BILA INGIN MeNAFSIRkan SATU AYAT ALLAH Harus Mencari Ayat-ayat ALLAH YANG LAIN SEBANYAK-BANYAKNYA Agar Penafsirannya Lebih Mendekati KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH

BILA INGIN HASIL PENAFSIRANNYA Sesuai Dengan YANG DIINGINKAN ALLAH MAKA PROSES MENAFSIRKANNYA Harus Banyak Melibatkan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

“Katakanlah : Tidak sama yang buruk dengan yang baik,
meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu,
maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal,
agar kamu mendapat keberuntungan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 100)


Ayat-ayat ALLAH Yang Harus Dilibatkan Dalam Proses MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Adalah :

MINIMAL SEMUA Ayat-ayat ALLAH Tentang Kiat-Kiat MEMPELAJARI, MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Berdasarkan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

BILA KITA SELALU Menggunakan Minimal 13 (TIGABELAS) Ayat-ayat ALLAH TERSEBUT Sebagai Dasar BERPIKIR DALAM PROSES MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Maka ………….

Insya Allah HASIL PENAFSIRAN Ayat-ayat ALLAH Yang Kita Pelajari Akan Mendekati Keinginan-Keinginan Allah Atau Akan Menjadi Rahmat Bagi Semesta Alam

(QS. Al Anbiyaa’ (21) ayat 107)


Tolok Ukur PANAFSIRAN SESEORANG Sesuai Dengan KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH Adalah :

Hasil PENAFSIRANNYA Harus Sesuai DENGAN MAKSUD Dan TUJUAN ALLAH MENGUTUS PARA NABI Dan MENURUNKAN AL-QUR’AN Untuk Kehidupan MANUSIA Yaitu :

1.TIDAK MENIMBULKAN KEDENGKIAN Dan PERSELISIHAN (QS. 2:213; 16:64, 90; 17:53)

2.TIDAK MENYUSAHKAN ORANG LAIN (QS. 20:2)

3.TIDAK MENIMBULKAN KEBENCIAN Dan PERMUSUHAN(QS. 5:91)

4.TIDAK MENGAKIBATKAN KERUSAKAN (QS. 7:56, 74, 85; 11:85)

5.MENJADI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM (QS. 21:107)

Selamat MEMBACA, Dan MEMPELAJARInya Terus Menerus SEMOGA Senantiasa MEMPEROLEH HIDAYAH ALLAH SWT
Amin


Untuk Menambah WawasanPemahaman Tentang MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Silahkan Membaca Dan Mempelajari Sunnah Dan Hadits Nabi Yang Sesuai Dengan Ayat-ayat Berikut :

1.Selama membaca dan mempelajari Al Qur`an harus menggunakan akal

Surat (12) Yusuf ayat 111, 22
Surat (10) Yunus ayat 100
Surat (13) Ar Ra`d ayat 3-4, 19
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (20) Thaahaa ayat 54
Surat (30) Ar Ruum ayat 28


2.Selama proses membaca dan mempelajari Al Qur`an harus perlahan-lahan, dibaca berulang-ulang tidak tergesa-gesa

Surat (20) Thaahaa ayat 114
Surat (73) Al Muzzammil ayat 4
Surat (75) Al Qiyamah ayat 16


3.Pokok-pokok isi Al Qur`an adalah ayat-ayat yang terang, tegas maksudnya dan mudah dipahami dengan jelas

Surat (03) Ali `Imran ayat 7
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (54) Al Qamar ayat 17, 22, 32, 40
Surat (73) Al Muzzammil ayat 20


4.Al Qur`an banyak sekali berisi perumpamaan-perumpamaan yang maksudnya tidak dapat langsung dipahami dengan mudah, kita harus pandai mengambil makna yang tersirat dari ayat-ayat itu

Surat (02) Al Baqarah ayat 26
Surat (17) Al Israa` ayat 89
Surat (18) Al Kahfi ayat 54
Surat (29) Al Ankabuut ayat 41-43
Surat (39) Az Zumar ayat 27
Surat (43) Az Zukhruf ayat 8, 56
Surat (62) Al Jumu`ah ayat 5


5.Al Qur `an banyak sekali mengandung hikmah yang maksudnya tidak dapat langsung dipahami dengan mudah, kita harus pandai-pandai mengambil makna yang tersirat dari ayat-ayat itu

Surat (03) Ali `Imran ayat 58, 81
Surat (10) Yunus ayat 1
Surat (31) Luqman ayat 2-4
Surat (33) Al Ahzab ayat 34
Surat (36) Yaasiin ayat 1-2
Surat (43) Az Zukhruf ayat 4


6.Untuk mendapatkan hikmah dan ilmu dari Al Qur`an yang dipelajarinya, harus mencoba mempraktekkan ayat-ayat yang sudah dibacanya dan harus disertai dengan berbuat baik kepada sesama manusia

Surat (02) Al baqarah ayat 215, 269, 148, 177, 273
Surat (03) Ali `Imran ayat 134, 92
Surat (04) An Nisaa` ayat 36
Surat (75) Al Qiyaamah ayat 18-19
Surat (12) Yusuf ayat 22
Surat (26) Asy Syu`araa ayat 226
Surat (61) Ash Shaff ayat 2-3
Surat (65) At Thalaq ayat 7
Surat (107) Al Maa`uun ayat 1-7


7.Dalam melakukan proses memahami ayat-ayat Allah yang sedang dipelajarinya, harus mampu mengambil hikmahnya atau makna yang tersirat dari surat/ayat yang dibacanya

Surat (02) Al Baqarah ayat 269
Surat (03) Ali `Imran ayat 48
Surat (12) Yusuf ayat 111
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (30) Ar Ruum ayat 20-28
Surat (38) Shaad ayat 29


8.Makna hasil penafsiran atau pemahamannya tidak menyusahkan diri sendiri dan orang lain

Surat (03) Ali `Imran ayat 138
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (21) Al Anbiyaa` ayat 107
Surat (25) Al Furqaan ayat 1
Surat (38) Shaad ayat 87
Surat (39) Az Zumar ayat 41
Surat (45) Al Jaatsiyaah ayat 20
Surat (68) Al Qalam ayat 52
Surat (81) At Takwir ayat 27 Selengkapnya...

BAB 04 - MINIMAL 13 HAL PENTING Yang Harus Dikuasai Oleh Kita SEBELUM KITA MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH

ALLAH TELAH MENETAPKAN KE 13 HAL PENTING Agar Dapat Dijadikan DASAR BERPIKIR Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH

Untuk Meyakini KE - 13 HAL PENTING ITU Kita Harus MEMBACA Dan MEMPELAJARI Ayat-ayat ALLAH Yang Mendukung KE - 13 HAL ITU Yaitu :

Pertama
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menguasai VISI Dan MISI ALLAH

(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. Al A`raaf (07) ayat 56, 74, 85)
(QS. An Nahl (16) ayat 64, 90)

Agar Hasil PeNAFSIRannya Sejalan Dengan KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 32, 132)
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 59)


VISI ALLAH :
Mengharamkan Manusia
Untuk Saling Berselisih, Dengki, Benci, Bermusuhan Dan Mengadakan Pengrusakan Terhadap Sesama Manusia Dan Alam Semesta
Karena Perselisihan, Dengki, Benci, Permusuhan Dan Pengrusakan
Adalah Sifat – sifat Iblis Syaitan

(QS. 17:53; 2:213; 5:91; 16:64, 90; 7:56, 74, 85)

“Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih
Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu,
Pastilah telah diberi keputusan di antara mereka
Tentang apa yang mereka perselisihkan itu”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 19)


“Jikalau Tuhanmu menghendaki,
Tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,
Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”

(Al Qur’an surat Huud (11) ayat 118)


”Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang suka bertengkar”
(Hadits riwayat Muslim)


“Sesungguhnya yang paling dimurkai Allah
Ialah orang-orang yang sangat banyak memusuhi orang lain”

(Hadits riwayat Muslim)


“Janganlah kamu berbicara dengan ucapan yang buruk,
Janganlah kamu sindir menyindir, janganlah kamu memperdengarkan
Khabar orang lain dan janganlah sebahagian kamu menjual
Atas jualan sebahagian yang lain. Sementara itu,
Jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara”

(Hadits riwayat Muslim)


MISI ALLAH :
Melestarikan VISI ALLAH dalam kehidupan manusia selama ada langit dan bumi melalui proses:
  1. ALLAH memilih para Nabi untuk dijadikan sebagai sarana pengumpul petunjuk-petunjuk Allah yang harus disampaikan kepada seluruh umat manusia (QS. 2:132, 136, 213; 3:84-85, 102; 4:163-165)
  2. ALLAH memilih manusia yang bertakwa kepada Allah (QS. 2:105, 269; 16:2) untuk dijadikan utusanNya yang meneruskan perjuangan para Nabi (melestarikan visi Allah) di setiap zaman selama ada langit dan bumi didaerahnya masing-masing (QS. 22:75; 7:35, 63; 9:128)
  3. ALLAH menawarkan (tidak memaksa) (QS. 2:256; 3:159; 88:21-22) kepada seluruh umat manusia untuk mengikuti AL QUR’AN dan agama IBRAHIM yang lurus dan benar (QS. 6:161; 2:124, 132, 136; 16:120; 3:133-134, 138) sebagai tatanan kehidupan yang dapat menjadikan manusia Islami (Selamat Sejahtera Dunia Akhirat) (QS. 3:84-85, 102; 19:15, 33)
  4. ALLAH menawarkan (tidak memaksa) (QS. 2:256; 3:159; 88:21-22) kepada seluruh umat manusia untuk mengerjakan RUKUN ISLAM sebagai ritual yang dapat memproses manusia menjadi TAKWA (takut) kepada Allah dengan mudah, ekonomis, efisien. Rukun ISLAM adalah suatu sistem “kontrol” kehidupan yang dapat memelihara manusia selalu berada dalam keadaan Selamat Sejahtera Dunia Akhirat (ISLAMI) (QS. 2:1-3, 158, 177, 179, 197, 200-203, 215, 286)

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:
“Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)”
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur`an surat Al Israa` (17) ayat 53)


“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud
Hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu
Lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu,
Dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat;
Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”

(Al Qur`an surat Al Maa-idah (05) ayat 91)


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,
Sesudah (Allah) memperbaikinya
Dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)
Dan harapan (akan dikabulkan)
Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat
Kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur`an surat Al A`raaf (07) ayat 56)




Kedua
Sebelum Kita Menafsirkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Memahami Filosofi ISLAMI Sebagai Tatanan Kehidupan Manusia Yang Diridhoi ALLAH

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 19)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. An Nahl (16) ayat 64, 90)
(QS. Al A`raaf (07) ayat 56, 74, 85)
(QS. Yunus (10) ayat 100)

Agar Hasil PeNAFSIRannya Tidak Bertentangan Dengan Filosofi ISLAMI

(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al ‘Imran (03) ayat 19)

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya
Demikian pula Ya’qub (Ibrahim berkata) : Hai anak-anakku!
Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu,
Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 132)

“Katakanlah hai (orang-orang mu’min) :
Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan
Kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya
Dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa Serta apa yang diberikan
kepada nabi-nabi dari Tuhannya Kami tidak membeda-bedakan seorangpun
di antara mereka Dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 136)


“Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
Aku diberikan enam kelebihan dibanding Nabi-nabi lain;
Aku diberi kata-kata yang ringkas tetapi mengandung arti yang banyak
Yaitu Al-Quran dan Hadits.
Aku diberi pertolongan dengan cara dapat menakutkan musuh,
Dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan dijadikan kepadaku bumi yang suci
Sebagai tempat sujud. Aku juga diutuskan kepada seluruh makhluk dan
Aku adalah sebagai penutup bagi seluruh para Nabi yaitu Nabi yang terakhir diutuskan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


Filosofi ISLAMI Sebagai Tatanan Kehidupan MANUSIA Yang RIDHO ILAHI, Harus :

Tidak BERSELISIH (QS. 3:19; 17:53)
Tidak DENGKI (QS. 3:19)
Tidak BENCI (QS. 5:91)
Tidak BERMUSUHAN (QS. 5:91)
Tidak MERUSAK (QS. 7:56, 74, 85; 11:85)
MENGGUNAKAN AKAL (QS. 10:100)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab
Kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di antara mereka
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah
Maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

(Al Qur`an surat Ali `Imran (03) ayat 19)


“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:
”Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur`an surat Al Israa` (17) ayat 53)


“Janganlah kalian berselisih
Maka sesungguhnya orang sebelum kamu telah berselisih
Maka binasalah mereka”

(Hadits riwayat Ibnu Mas`ud)


“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling suka bermusuhan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Ketiga
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus MEMAHAMI Tata Krama MEMBACA AL QUR’AN Berdasarkan AL QUR`AN Dan HADITS NABI

(QS. Al Waaqiah (56) ayat 77-79)
(QS. Ad Dukhaan (44) ayat 58)
(QS. An Nahl (16) ayat 98)
(QS. Al A’laq (98) ayat 1)
(QS. Yunus (10) ayat 100)
(QS. Al Muzzammil (73) ayat 4)
(QS. Thaahaa (20) ayat 114)
(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 16-19)

TATA KRAMA MEMBACA AL QUR’AN BERDASARKAN AL QUR’AN

  1. Berwudhu (QS. 56:77-79)
  2. Mohon Perlindungan Allah Dari Godaan Iblis Syaitan Yang Terkutuk (QS. 16:98)
  3. Membaca Basmallah (QS. 96:1)
  4. Diterjemahkan Ke Bahasa Yang Mudah Dimengerti (QS. 44:58; 14:4; 19:97; 68:52; 3:138)
  5. Membaca Perlahan-Lahan Tidak Tergesa-Gesa Dan Tidak Boleh Menggerakkan Lidah Karena Hendak Cepat-Cepat Menguasainya (QS. 73:4; 75:16; 20:114)
  6. Selama Membaca Al Qur’an Harus Selalu Menggunakan Akal (QS. 10:100)
  7. Selama Membaca Al Qur’an Harus Selalu Mohon Petunjuk Kepada Allah (QS. 20:114)
  8. Allah Akan Membacakannya Di Dalam Qolbu Si Pembaca (QS. 75:17)
  9. Mengikuti Bacaannya Dan Berbuat Kebajikan Dengan Kerelaan Hati (QS. 75:18-19; 12:22; 2:158, 183-184)
  10. Allah Akan Menjelaskannya Di Dalam Qolbu Bila Ayat-Ayat Allah Yang Telah Dibacanya Dipraktekkan Dalam Kehidupan (QS. 61:2-3; 75:16-19; 87:6)

”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu
Yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan)
Keji dan mungkar
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
Adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Al Ankabuut (29) ayat 45)


“Hendaklah kamu membaca Al Qur’an,
Karena Al Qur’an adalah cahaya petunjuk bagi kamu di bumi
Dan simpanan untuk kamu di akhirat”

(Hadits riwayat Ibnu Hibban)




Keempat
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN PENUH DENGAN PERUMPAMAAN

(QS. Al-Kahfi (18) ayat 54)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 89)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 26)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 41-43)

DENGAN PERUMPAMAAN MANUSIA ADA YANG DISESATKAN ALLAH Dan Ada Pula YANG MENDAPATKAN PETUNJUK

(QS. Al Baqarah (02) ayat 26)

Dan Hanya Orang-orang BerAKAL-lah Yang Dapat MENGAMBIL PELAJARAN Dan Memperoleh HIKMAH Dan ILMU ALLAH

(QS. Al Baqarah (02) ayat 269)
(QS. Ibrahim (14) ayat 52)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi
Bagi manusia dalam Al Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan.
Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah”

(Al Qur`an surat Al-Kahfi (18) ayat 54)


“Perumpamaan tuntunan hidayah dan ilmu yang diutuskan Allah
Pada saya bagaikan hujan yang turun ke tanah. Ada tanah yang subur menerima air
Dan menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak, dan ada yang kering
Hanya dapat menahan air sehingga orang dapat mengambil air minum
Dan mengairi tanaman, dan ada yang tidak dapat menahan air
Dan tidak dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Demikianlah contoh orang yang mengerti agama Allah
Ia memanfaatkan apa yang aku (nabi) diutus dengannya oleh Allah,
Lalu belajar dan mengajar dan perumpamaan orang yang tidak
Mengangkat kepala, dan ada orang yang tidak dapat
Sama sekali menerima petunjuk ajaran Allah yang diutuskan aku (Nabi) dengannya.”

(Hadits riwayat Abu Musa Al As’ari)




Kelima
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN MENGANDUNG HIKMAH

(QS. Luqman (31) ayat 1-4)

“Alif laam raa, Inilah ayat-ayat Al Qur’an
Yang mengandung hikmah.”

(Al Qur`an surat Yunus (10) ayat 1)


“Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu
Sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya)
Dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 58)


“Ambilah hikmah (ilmu pengetahuan)
Sebab ia tidak akan membahayakan dirimu darimana saja
Keluarnya hikmah itu”

(Hadits riwayat Hakim)




Keenam
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN Selain Mengandung HIKMAH Dan Banyak PENUH HIKMAH

“Demi Al Qur’an yang penuh hikmah”

(Al Qur’an surat Yaa Siin (36) ayat 2)


“Hikmah itu makin menambah kemuliaan orang yang mulia,
Dan dapat mengangkat kedudukan seorang hamba sahaya
Hingga kedudukannya sama dengan raja”

(Hadits riwayat Ibnu Addy)




Ketujuh
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa DI AL QUR’AN Terdapat AYAT-AYAT MUHKAMAT Dan MUTASYABIHAT

(QS. Ali `Imran (03) ayat 7)

MUHKAMAT Ialah:
Ayat-Ayat Yang Terang Dan Tegas Maksudnya Dapat Dipahami Dengan Mudah Itulah Pokok-Pokok Isi Al Qur’an Yang Harus Dilaksanakan (QS. 3:7; 20:2; 73:20)

MUTASYABIHAT Ialah:
Ayat-Ayat Yang Mengandung Beberapa Pengertian Yang Tidak Dapat Ditentukan Arti Mana Yang Dimaksud Kecuali Sesudah Diselidiki Secara Mendalam Atau Ayat-Ayat Yang Pengertiannya Hanya Allah Yang Tahu Ayat-ayat Ini. Ditunda Dulu Pelaksanaannya (QS. 3:7; 2:26)

Kita Harus MEYAKINI, Bahwa Kedua Macam Ayat MUHKAMAT Dan Ayat MUTASYABIHAT Adalah Ayat-ayat ALLAH

“Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu.
Di antaranya ada ayat-ayat muhkamat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an
Dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat.
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan,
Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat.
Daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwilnya.
Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah.
Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata :
Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat,
Semuanya itu dari sisi Tuhan kami.
Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya
Melainkan orang-orang yang berakal”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 7)

Tetapi Kita Harus Mendahulukan Untuk Mempelajari Ayat-ayat MUHKAMAT Yang Mudah, Terang Dan Jelas Maksudnya Karena ALLAH Tidak Akan Menyusahkan Manusia

(QS. Thaahaa (20) ayat 2)

“Rasulullah s.a.w membaca firman Allah:
Yang dimaksud: Dialah yang menurunkan kepadamu Wahai Muhammad
Kitab suci Al-Quran. Sebagian besar daripadanya ialah ayat-ayat muhkamat
(yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya),
Ayat-ayat muhkamat itu ialah ibu atau pokok isi Al-Quran
Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat mutasyabihat yang samar-samar
serta tidak terang maksudnya.
Oleh sebab itu timbullah pemahaman yang berlainan menurut
kandungan hati masing-masing.
Adapun orang-orang yang ada di dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan,
Maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar daripada Al-Quran
Untuk mencari-cari takwilnya memutarkan maksudnya menurut yang disukainya.
Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah
Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu agama.
Mereka berkata: Kami beriman kepadanya. Semuanya datang dari sisi Tuhan Kami
Dan tiada yang mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berfikiran.
Setelah selesai Saidatina Aisyah berkata: Rasulullah s.a.w bersabda:
Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat
Yaitu samar-samar dari Al-Quran,
maka mereka itulah orang-orang yang telah disebut oleh Allah.
Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap mereka”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)

Tetapi ALLAH Memerintahkan Kita Untuk Mengambil Ayat-ayat Yang Mudah-mudah Saja Yaitu Ayat MUHKAMAT Karena itu Adalah Pokok-pokok Isi Keinginan-keinginan ALLAH

(QS. Thaahaa (20) ayat 2)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 269)
(QS. Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)
(QS. Al Muzzammil (73) ayat 20)




Kedelapan
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Mengetahui Bahwa AL QUR’AN DITURUNKAN Tidak Untuk MENYUSAHKAN MANUSIA

“Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini
Kepadamu agar kamu menjadi susah”

(Al Qur’an surat Thaahaa (20) ayat 2)


“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran,
Maka adakah orang yang mengambil pelajaran.”

(Al Qur’an surat Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)


“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam beragama”

(Hadits riwayat Ahmad)


“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, dan tidaklah seseorangpun
Memberat-berat diri dalam beragama
Melainkan ia akan dikalahkan olehnya”

(Hadits riwayat Bukhari)




Kesembilan
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Mengetahui Bahwa AL QUR’AN DITURUNKAN ALLAH Agar Manusia JANGAN SALING BERSELISIH BERMUSUHAN Dan MERUSAK

(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. Al A’raaf (07) ayat 56, 74, 85)

Agar Hasil PeNAFSIRan Kita Tidak Menimbulkan Perselisihan, Permusuhan, Dan Pengrusakkan Karena Berselisih, Bermusuhan Dan Merusak Adalah Sifat-sifat IBLIS-SYAITAN

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku :
Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 53)


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.
Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)
Dan harapan (akan dikabulkan)
Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur’an surat Al A’raaf (07) ayat 56)


“Janganlah kamu berselisih,
Maka sesungguhnya orang sebelum kamu telah berselisih Maka binasalah mereka”

(Hadits riwayat Ibnu Mas’ud)


“Orang yang paling dibenci Allah adalah Orang yang suka bermusuhan”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


“Apabila engkau bermaksud melakukan suatu pekerjaan maka pikirkanlah akibatnya
Jika sekiranya baik, teruskanlah
Jika sekiranya tidak baik (jahat) maka hentikanlah”

(Hadits riwayat Ibnu Mubarok)




Kesepuluh
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menggunakan AKAL PIKIRAN Yang SEHAT

(QS. Al Maa-idah (05) ayat 100)
(QS. Ibrahim (14) ayat 52)
(QS. Yusuf (12) ayat 111)

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman
Kecuali dengan izin Allah
Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang
Yang tidak menggunakan akalnya”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 100)


“Allah menganugerahkan al hikmah
(kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah)
Kepada siapa yang Dia kehendaki
Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu,
Ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak
Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran
(Dari firman Allah)”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 269)


“Pikirkanlah olehmu apa yang dijadikan Allah
Dan janganlah kamu pikirkan dzat Allah maka celakalah kamu”

(Hadits riwayat Abu Syeikh)



Kesebelas
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH YANG TELAH DiBACAnya Sesuai Kemampuan Dan Kesanggupannya Masing-masing

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 19)
(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al A’raaf (07) ayat 42)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 286)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 16)

ALLAH Sangat Murka Kepada MANUSIA Yang Hanya Gemar MEMBACA AL QUR’AN Tetapi Tidak MemPRAKTEKkannya

(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)
(QS. Yunus (10) ayat 109)

“Hai orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Maka bertakwalah kamu kepada Allah
Menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah;
Dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”

(Al Qur’an surat At Taghaabun (64) ayat 16)


“Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya.
Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik.
Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka.
Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Keduabelas
Untuk Mendapat PETUNJUK Dan ILMU Dari ALLAH Yang Ada Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus BERBUAT BAIK Kepada Semua Manusia Agar ALLAH Dapat Memberikan HIKMAH Dan ILMU AL QUR’AN Ke Dalam Hati Kita

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36, 48, 116)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 92, 133-134)

“Dan tatkala dia cukup dewasa
Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu
Demikianlah Kami memberi balasan Kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur’an surat Yusuf (12) ayat 22)


“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa
Dan orang-orang yang berbuat kebaikan”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 128)


“Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
Jibril a.s pernah membacakan kepadaku dengan satu huruf.
Aku minta supaya dia mengulangi bacaannya itu,
selalu juga aku minta supaya dia menambahnya dan permintaanku itu
dipenuhi hinggalah berakhir dengan tujuh huruf”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Ketigabelas
Untuk Dapat Memahami “BAHASA AL QUR’AN” Kita Harus MENGUASAI Ayat-ayat ALLAH Dari KEDUA BELAS TAHAPAN Tersebut Dengan Terus-Menerus MEMPELAJARInya

(QS. Faathir (35) ayat 29)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 36)
(QS. Yunus (10) ayat 109)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 49)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)

“Tidak wajar bagi seseorang manusia
Yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian,
Lalu dia berkata kepada manusia : “Hendaklah kamu menjadi
Penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”
Akan tetapi (dia berkata) : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani,
Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab
Dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 79)


“Hai orang-orang yang beriman
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)




Pengetahuan Ayat-ayat ALLAH Yang Dipelajari Dari Ke - 13 Tahapan Proses Tersebut Dijadikan Sebagai DASAR Untuk MeNAFSIRkan Setiap Ayat ALLAH Yang Akan DiTAFSIRkan

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 58-59)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 32, 132)
(QS. Al Hajj (22) ayat 3, 8)

“Sembahlah Allah
Dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun
Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat,
Anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
Dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
Dan membangga-banggakan diri”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 36)


“Sebaik-baiknya manusia adalah
Orang yang memberikan manfaat kepada orang lain”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


“Kasihilah sesama manusia
Sebagaimana engkau mengasihi dirimu sendiri”

(Hadits riwayat Bukhari)




Bila Belum Menguasai Ayat-ayat ALLAH Dari 13 Tahapan Tersebut, Maka Hasil PeNAFSIRannya Akan Bertentangan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab
Dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya :
Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh
Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.
Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis
Oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat
Dari apa yang mereka kerjakan”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 79)


“Hai orang-orang yang beriman,
Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya
Dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 208)

“Sesungguhnya syaitan berkata: Demi kemuliaan Engkau wahai Tuhan
Aku akan senantiasa menyesatkan hamba-Mu
Selama ruh berada dalam tubuh mereka
Maka Allah swt berfirman:
Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku senantiasa Aku mengampuni mereka
Selama mereka memohon ampun kepada-Ku”

(Hadits riwayat Ahmad)




Bila Belum Menguasai Ayat-ayat ALLAH Dari 13 Tahapan Tersebut, Maka Hasil PeNAFSIRannya Akan SESAT Yang Hasil Akhirnya Akan Berselisih, Bermusuhan Dan Merusak”

(QS. Al A’raaf (07) ayat 56, 74, 85)

“Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu :
Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 53)


“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan
Dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) Khamar
Dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang;
Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan itu)”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 91)


“Ingatlah ! Saya meninggalkan bagimu dua amanat
Yang berat dan penting yang satu ialah
Kitabullah, sebagai tali pegangan yang menuju kepada Allah.
Siapa yang mengikutinya pasti mendapat hidayah (petunjuk)
Dan siapa yang mengabaikannya pasti celaka”

(Hadits riwayat Muslim)




Apakah SEMUA AYAT-AYAT ALLAH SETELAH DIBACA DAPAT LANGSUNG DIMENGERTI Atau DIPAHAMI ?

“Apabila Kami telah selesai membacakannya
Maka ikutilah bacaannya itu.
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah Penjelasannya”

(Al Qur’an surat Al Qiyaamah (75) ayat 18-19)


“Perumpamaan orang mu’min membaca Al Qur’an dan mengamalkannya
Seperti jeruk (utrujah) rasanya enak dan baunya wangi.
Sedangkan orang mu’min yang tidak membaca Al Qur’an tetapi mengamalkannya
Seperti buah kurma, rasanya manis dan tidak berbau wangi.
Perumpamaan orang munafiq membaca Al Qur’an baunya sedap
Sedangkan rasanya pahit.
Perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al Qur’an
Seperti pohon hanzolah, rasanya pahit atau tidak enak dan baunya pahit.”

(Hadits riwayat Bukhari)




Apakah SEMUA AYAT-AYAT ALLAH Dapat DIPAHAMI Dengan MUDAH ?

Apakah KITA AKAN MENDAHULUKAN Ayat-ayat ALLAH YANG SUSAH Atau YANG MUDAH ?

(QS. Al Muzzammil (73) ayat 20)
(QS. Thaahaa (20) ayat 2)
(QS. Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)

Marilah Kita Mencoba MeNAFSIRkan Untuk Memahami Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Berdasarkan Ke 13 TAHAPAN Tersebut

Sebelum Kita Mencoba Untuk MeNAFSIRkan, MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH. Berikut Ini
Sebagai Contoh :

BUAH DURIAN YANG DIMAKAN Apanya ?

Apakah KULIT, BIJI Dan TANGKAI HARUS DIMAKAN SEMUANYA ?

DARI CONTOH BUAH DURIAN TERSEBUT Dapat Diketahui BAHWA BUAH DURIAN TERDIRI DARI KULIT, BIJI, TANGKAI DAN DAGING Dan Tidak Semuanya Dimakan KITA HANYA MEMAKAN DAGINGNYA SAJA

Begitu Juga Ayat-ayat ALLAH Tidak Semuanya Langsung DiTAFSIRkan Dan DIPAHAMI Dengan MUDAH Dan DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN MUDAH

Ayat-ayat MUHKAMAT Adalah Pokok-pokok Isi AL QUR’AN Bagaikan Daging Durian Yang Matang Dan Enak Dimakan

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 7)
(QS. (QS Thaahaa (20) ayat 2)

Sedangkan Ayat-ayat MUTASYABIHAT Adalah Kulit Durian Yang Keras, Tajam Dan Sulit Untuk Dimakan

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 7)
(QS. Thaahaa (20) ayat 2) Selengkapnya...