Language : English French Chinese Simplified Arabic
Al-Qur'an
Tampilkan postingan dengan label MODUL (02) - MEMPELAJARI KIAT-KIAT MEMBACA MENAFSIRKAN DAN MEMAHAMI KANDUNGAN AL QUR’AN BERDASARKAN AL-QUR'AN DAN HADITS NABI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MODUL (02) - MEMPELAJARI KIAT-KIAT MEMBACA MENAFSIRKAN DAN MEMAHAMI KANDUNGAN AL QUR’AN BERDASARKAN AL-QUR'AN DAN HADITS NABI. Tampilkan semua postingan

BAB 06 - Aplikasi Hikmah Setelah MEMBACA, MEMPELAJARI, MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI AL QUR’AN Dalam Kehidupan Manusia

Setelah kita mempelajari kiat-kiat menafsirkan ayat-ayat Allah untuk memahaminya yang sesuai dengan Visi Misi Allah, apa yang harus kita kerjakan.

Allah sangat murka kepada manusia yang tidak mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan (QS.61:2-3; 10:44, 109; 39:39; 9:105). Manusia patut bersyukur kepada Allah atas karuniaNya yang telah melengkapi manusia dengan kaki, tangan, mulut, akal pikiran, telinga, wajah dan perasaan (QS.14:7; 17:36; 36:65; 7:179-180).

Allah sangat murka kepada manusia yang tidak bersyukur atas segala karunia Allah (QS.14:7). Perwujudan rasa syukur kepada Allah harus dinyatakan dalam melakukan perbuatan kebajikan kepada sesama manusia dengan kerelaan hati (QS. 2:83, 158, 184; 3:92, 133-134; 4:46). Karena Allah menciptakan manusia, agar manusia dapat berbuat kebajikan terhadap manusia lainnya. Allah menciptakan manusia untuk dijadikan utusanNya yang harus menjadi rahmat bagi semesta alam (QS. 22:75; 21:107).

Silahkan berkiprah mulia sesuai dengan profesi, kesanggupan dan agamanya dilingkungannya masing-masing baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit. Berlomba-lomba berbuat kebajikan, beriman dan beramal saleh kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat dan sesama manusia yang lainnya tanpa membeda-bedakan latar belakang dan agamanya (QS. 2:83, 148, 177, 215; 4:36,48).

Perwujudan rasa syukur tersebut harus diaplikasikan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, bernegara dan beragama melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut:

Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan Hikmah Mempelajari ayat-ayat Allah Dalam Kehidupan Berkeluarga

  • Ayah mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan memberi contoh kepada anak dan istrinya dengan senantiasa gemar membaca dan mempelajari Al Qur`an sesuai dengan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan berbuat kebajikan kepada anak dan isterinya, misalnya mencari nafkah yang halal, lemah lembut dan tidak berhati kasar.
  • Ibu mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan mengajak kepada anak dan suaminya agar senantiasa gemar membaca dan mempelajari Al Qur`an sesuai dengan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan berbuat kebajikan kepada anak dan suaminya misalnya senantiasa memperhatikan keluarganya dengan lemah lembut dan tidak berhati kasar.
  • Anak mengaplikasikan “hikmah mempelajari ayat-ayat Allah” dengan membaca dan mempelajari Al Qur`an dengan mengajak teman-temannya agar senantiasa membudayakan membaca dan mempelajari Al Qur`an berdasarkan petunjuk Allah yang ada di Al Qur`an dan Hadits Nabi. Dan melaksanakan hasil penafsirannya dengan giat belajar, patuh taat kepada orang tua dan guru.

Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan Hikmah Mempelajari Ayat-ayat Allah” Dalam Kehidupan Bermasyarakat Dan Bernegara

  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan berinisiatif aktif memberitakan kepada tetangga dekat yang belum mengetahui tata cara mempelajari Al Qur’an dengan mudah..
  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan memelihara hubungan silaturahmi gotong-royong dengan sesama rakyat Indonesia tanpa membedakan suku bangsa, agama dan latar belakangnya, mengadakan kerjasama melakukan kegiatan sosial memberikan bantuan kepada masyarakat prasejahtera.
  • Sebagai anggota masyarakat dan rakyat Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan membantu program pemerintah secara aktif, khususnya dalam menjaga ketertiban, keamanan, kesatuan, persatuan dan kerukunan hidup antarumat beragama dilingkungannya masing-masing demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.

Disarankan untuk membentuk kelompok kecil pengkajian Al Qur’an dilingkungannya masing-masing dan melakukan gerakan peduli anak bangsa, misalnya saja mewujudkan karya nyata sosial bersama-sama karib kerabat, teman sekerja, teman se RT atau lainnya untuk membantu masyarakat fakir miskin khususnya bantuan dalam bentuk ;

1.Bantuan bea siswa kepada siswa miskin SD/SLTP.
2.Bantuan makanan tambahan anak untuk Balita (Posyandu).
3.Bantuan makanan bergizi/sembako untuk Lanjut Usia (Posyandu).
4.Bantuan tunjangan hidup kepada guru honorer dan guru mengaji.
5.Bantuan memberikan Al Qur’an terjemahan dan modul-modul tahapan menguasai Al Qur’an kepada masyarakat miskin.

Dan bantuan lainnya disesuaikan dengan dana dan keadaan calon penerima bantuan dilingkungannya masing-masing. Karya nyata berbuat baik terhadap sesama manusia sebagai perwujudan aplikasi dari “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah”


Perwujudan Syukur Melalui Pelaksanaan “Hikmah Mempelajari Ayat-ayat Allah” Dalam Kehidupan Beragama


  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan mempelajari dengan tekun kitab sucinya masing-masing untuk memperoleh hikmah VISI dan MISI Allah serta dapat menguasai ilmu keagamaannya masing-masing.
  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca,, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah” dengan menggali, mencari dan mempelajari persamaan-persamaan nilai-nilai agamis dengan agama lainnya untuk memperkuat tali persaudaraan manusiawi diantara umat beragama, walaupun syariat agamanya berbeda-beda.
  • Sebagai umat beragama Indonesia, kita wajib mensyukuri kemerdekaan dan mengaplikasikan “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah (Al Qur’an dan Hadits Nabi)” dengan ikut aktif dalam organisasi Forum Silaturahmi Antarumat Beragama, agar dapat memberikan contoh tauladan kepada anak, cucu sebagai calon-calon manusia dewasa Indonesia bahwa semua agama berbeda dan tidak mungkin sama tetapi masih ada hal-hal dan nilai-nilai yang sama untuk dijadikan jembatan agar manusia dapat hidup rukun, damai dan sejahtera.

Musuh utama rakyat Indonesia, yaitu kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Musuh rakyat Indonesia bukannya perbedaan jenis kelamin, bukannya perbedaan partai, bukannya perbedaan suku bangsa, bukannya perbedaan agama, bukannya perbedaan mazhab dan bukannya perbedaan-perbedaan lainnya yang sangat banyak sekali.

Mudah-mudahan seluruh rakyat Indonesia dapat memahami kitab sucinya masing-masing sehingga dapat bersatu padu, seia sekata, sehati sepikir dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan di bumi persada Indonesia ini, melalui karya nyata yang langsung dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia miskin prasejahtera

Diharapkan bagi rakyat Indonesia yang mapan dan relatif mampu dapat bersatu untuk membantu rakyat Indonesia yang miskin, tanpa membedakan mazhab, partai, agama, paham, dan perbedaan-perbedaan lainnya yang tak mungkin habis sepanjang zaman.

Jangan sampai rakyat Indonesia habis enersinya memperdebatkan perbedaan paham dan program, sedangkan dilain pihak rakyat Indonesia yang miskin menganga lapar dan tambah miskin, karena rakyat Indonesia yang kaya dan pintar-pintar masih sedang berdebat dan masih tetap membenarkan egonya.

Mudah-mudahan melalui “hikmah membaca, memahami dan menafsirkan ayat-ayat Allah (Al Qur’an dan Hadits Nabi)” seluruh umat Islam Indonesia dapat bersatu padu, seia sekata, sehati sepikir bersama-sama membangun Indonesia baru memberantas kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan cara mempelajari Al Qur’an, sehingga Indonesia baru dapat mewujudkan Indonesia yang sejahtera, aman damai dan hidup rukun antarumat beragama dalam Kebhineka Tunggal Ikaan yang Islami, Insya Allah.
Selengkapnya...

BAB 05 - Marilah Kita PELAJARI BERSAMA MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN

“Apakah Bahasa Al Qur’an Sama Dengan Bahasa Arab ?

BAHASA AL QUR’AN Adalah Kumpulan Dari Ayat-ayat ALLAH Yang Mudah Dan Yang Saling Mendukung Sehingga Dapat Membentuk Suatu Pemahaman Dari Hasil PeNAFSIRan Yang Utuh

SILAHKAN MEMBACA Dengan BERULANG-ULANG Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150 MINIMAL 4 KALI DIBACANYA

“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram;
Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu
Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke Masjidil Haram
Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya,
Agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang
yang zalim di antara mereka”

(Al Qur`an surat Al Baqarah (02) ayat 149-150)


Apakah MAKSUD Dari KATA-KATA :
Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?
(Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Apakah Maksud Dari MEMALINGKAN WAJAH KE MASJIDIL HARAM DIMANA SAJA KAMU BERADA ?
(Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Sebelum Kita “MeNAFSIRkan” Maksud Dari Surat Ke 2 (Al-Baqarah) Ayat 149-150 Kita Harus Mengingat-ingat Lagi Semua Ayat-ayat Ke 13 Hal Penting Sebagai Pedoman Kita Untuk MEMAHAMInya

Berdasarkan KE 13 HAL TERSEBUT Kita Mencoba MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI APA MAKSUD Atau MAKNA Dari MEMALINGKAN WAJAH KE MASJIDIL HARAM
DIMANA SAJA KAMU BERADA (Dalam Surat Ke-2 Al Baqarah ayat 149-150)

Mari Kita Cek Ayat-ayat Allah Dari Delapan Surat Dengan Melihat Dan Membaca Langsung Di Dalam Al Qur’annya Masing-masing Sebagai Berikut:

1.Surat ke- 20 (Thaahaa) ayat 2, 14
2.Surat ke- 03 (Ali `Imran) ayat 190-191
3.Surat ke- 10 (Yunus) ayat 100
4.Surat ke- 04 (An Nisaa’) ayat 103
5.Surat ke- 62 (Al Jumu`ah) ayat 10
6.Surat ke- 50 (Qaaf ) ayat 39-40
7.Surat ke- 15 (Al Hijr) ayat 98-99
8.Surat ke- 61 (Ash Shaff ) ayat 2-3

Kedelapan Surat Tersebut Di Atas Dan Ketigabelas (13) Ayat-ayat Allah Yang Lalu Akan Dapat Membantu Kita Dalam “Menafsirkan” Surat Ke-2 Al Baqarah Ayat 149-150

Jadi, Apakah MAKSUD ALLAH Tentang
Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM

AGAR MANUSIA TIDAK MENJADI SUSAH ?

Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?
Adalah Suatu PERUMPAMAAN Yang Harus Dicerna Oleh AKAL SEHAT

Darimana Saja Kamu BERADA
Darimana Saja Kamu DATANG
Darimana Saja Kamu PERGI
PALINGKANLAH WAJAHMU KE MASJIDIL HARAM ?

MAKSUDNYA ADALAH :
Manusia Harus Selalu Ingat Allah Ingat Perintah-Perintah Allah Kapan Saja Dan Dimana Saja Untuk Selalu Dilaksanakannya
(Iya… . Nggak ? Kalo Tidak Mau Susah !!)

Oleh Karena Itu DALAM MeNAFSIRkan SATU AYAT ALLAH Harus Ditafsirkan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya AGAR PENAFSIRANnya LUAS Dan Tidak Bertentangan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

Apakah Akan Sama ?
HASIL PENAFSIRAN AYAT ALLAH YANG BERDASARKAN SATU AYAT ALLAH Dengan YANG BERDASARKAN LEBIH DARI SATU AYAT ALLAH

BILA INGIN MeNAFSIRkan SATU AYAT ALLAH Harus Mencari Ayat-ayat ALLAH YANG LAIN SEBANYAK-BANYAKNYA Agar Penafsirannya Lebih Mendekati KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH

BILA INGIN HASIL PENAFSIRANNYA Sesuai Dengan YANG DIINGINKAN ALLAH MAKA PROSES MENAFSIRKANNYA Harus Banyak Melibatkan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

“Katakanlah : Tidak sama yang buruk dengan yang baik,
meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu,
maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal,
agar kamu mendapat keberuntungan”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 100)


Ayat-ayat ALLAH Yang Harus Dilibatkan Dalam Proses MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Adalah :

MINIMAL SEMUA Ayat-ayat ALLAH Tentang Kiat-Kiat MEMPELAJARI, MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Berdasarkan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

BILA KITA SELALU Menggunakan Minimal 13 (TIGABELAS) Ayat-ayat ALLAH TERSEBUT Sebagai Dasar BERPIKIR DALAM PROSES MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Maka ………….

Insya Allah HASIL PENAFSIRAN Ayat-ayat ALLAH Yang Kita Pelajari Akan Mendekati Keinginan-Keinginan Allah Atau Akan Menjadi Rahmat Bagi Semesta Alam

(QS. Al Anbiyaa’ (21) ayat 107)


Tolok Ukur PANAFSIRAN SESEORANG Sesuai Dengan KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH Adalah :

Hasil PENAFSIRANNYA Harus Sesuai DENGAN MAKSUD Dan TUJUAN ALLAH MENGUTUS PARA NABI Dan MENURUNKAN AL-QUR’AN Untuk Kehidupan MANUSIA Yaitu :

1.TIDAK MENIMBULKAN KEDENGKIAN Dan PERSELISIHAN (QS. 2:213; 16:64, 90; 17:53)

2.TIDAK MENYUSAHKAN ORANG LAIN (QS. 20:2)

3.TIDAK MENIMBULKAN KEBENCIAN Dan PERMUSUHAN(QS. 5:91)

4.TIDAK MENGAKIBATKAN KERUSAKAN (QS. 7:56, 74, 85; 11:85)

5.MENJADI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM (QS. 21:107)

Selamat MEMBACA, Dan MEMPELAJARInya Terus Menerus SEMOGA Senantiasa MEMPEROLEH HIDAYAH ALLAH SWT
Amin


Untuk Menambah WawasanPemahaman Tentang MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Silahkan Membaca Dan Mempelajari Sunnah Dan Hadits Nabi Yang Sesuai Dengan Ayat-ayat Berikut :

1.Selama membaca dan mempelajari Al Qur`an harus menggunakan akal

Surat (12) Yusuf ayat 111, 22
Surat (10) Yunus ayat 100
Surat (13) Ar Ra`d ayat 3-4, 19
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (20) Thaahaa ayat 54
Surat (30) Ar Ruum ayat 28


2.Selama proses membaca dan mempelajari Al Qur`an harus perlahan-lahan, dibaca berulang-ulang tidak tergesa-gesa

Surat (20) Thaahaa ayat 114
Surat (73) Al Muzzammil ayat 4
Surat (75) Al Qiyamah ayat 16


3.Pokok-pokok isi Al Qur`an adalah ayat-ayat yang terang, tegas maksudnya dan mudah dipahami dengan jelas

Surat (03) Ali `Imran ayat 7
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (54) Al Qamar ayat 17, 22, 32, 40
Surat (73) Al Muzzammil ayat 20


4.Al Qur`an banyak sekali berisi perumpamaan-perumpamaan yang maksudnya tidak dapat langsung dipahami dengan mudah, kita harus pandai mengambil makna yang tersirat dari ayat-ayat itu

Surat (02) Al Baqarah ayat 26
Surat (17) Al Israa` ayat 89
Surat (18) Al Kahfi ayat 54
Surat (29) Al Ankabuut ayat 41-43
Surat (39) Az Zumar ayat 27
Surat (43) Az Zukhruf ayat 8, 56
Surat (62) Al Jumu`ah ayat 5


5.Al Qur `an banyak sekali mengandung hikmah yang maksudnya tidak dapat langsung dipahami dengan mudah, kita harus pandai-pandai mengambil makna yang tersirat dari ayat-ayat itu

Surat (03) Ali `Imran ayat 58, 81
Surat (10) Yunus ayat 1
Surat (31) Luqman ayat 2-4
Surat (33) Al Ahzab ayat 34
Surat (36) Yaasiin ayat 1-2
Surat (43) Az Zukhruf ayat 4


6.Untuk mendapatkan hikmah dan ilmu dari Al Qur`an yang dipelajarinya, harus mencoba mempraktekkan ayat-ayat yang sudah dibacanya dan harus disertai dengan berbuat baik kepada sesama manusia

Surat (02) Al baqarah ayat 215, 269, 148, 177, 273
Surat (03) Ali `Imran ayat 134, 92
Surat (04) An Nisaa` ayat 36
Surat (75) Al Qiyaamah ayat 18-19
Surat (12) Yusuf ayat 22
Surat (26) Asy Syu`araa ayat 226
Surat (61) Ash Shaff ayat 2-3
Surat (65) At Thalaq ayat 7
Surat (107) Al Maa`uun ayat 1-7


7.Dalam melakukan proses memahami ayat-ayat Allah yang sedang dipelajarinya, harus mampu mengambil hikmahnya atau makna yang tersirat dari surat/ayat yang dibacanya

Surat (02) Al Baqarah ayat 269
Surat (03) Ali `Imran ayat 48
Surat (12) Yusuf ayat 111
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (30) Ar Ruum ayat 20-28
Surat (38) Shaad ayat 29


8.Makna hasil penafsiran atau pemahamannya tidak menyusahkan diri sendiri dan orang lain

Surat (03) Ali `Imran ayat 138
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (21) Al Anbiyaa` ayat 107
Surat (25) Al Furqaan ayat 1
Surat (38) Shaad ayat 87
Surat (39) Az Zumar ayat 41
Surat (45) Al Jaatsiyaah ayat 20
Surat (68) Al Qalam ayat 52
Surat (81) At Takwir ayat 27 Selengkapnya...

BAB 04 - MINIMAL 13 HAL PENTING Yang Harus Dikuasai Oleh Kita SEBELUM KITA MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH

ALLAH TELAH MENETAPKAN KE 13 HAL PENTING Agar Dapat Dijadikan DASAR BERPIKIR Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH

Untuk Meyakini KE - 13 HAL PENTING ITU Kita Harus MEMBACA Dan MEMPELAJARI Ayat-ayat ALLAH Yang Mendukung KE - 13 HAL ITU Yaitu :

Pertama
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menguasai VISI Dan MISI ALLAH

(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. Al A`raaf (07) ayat 56, 74, 85)
(QS. An Nahl (16) ayat 64, 90)

Agar Hasil PeNAFSIRannya Sejalan Dengan KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 32, 132)
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 59)


VISI ALLAH :
Mengharamkan Manusia
Untuk Saling Berselisih, Dengki, Benci, Bermusuhan Dan Mengadakan Pengrusakan Terhadap Sesama Manusia Dan Alam Semesta
Karena Perselisihan, Dengki, Benci, Permusuhan Dan Pengrusakan
Adalah Sifat – sifat Iblis Syaitan

(QS. 17:53; 2:213; 5:91; 16:64, 90; 7:56, 74, 85)

“Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih
Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu,
Pastilah telah diberi keputusan di antara mereka
Tentang apa yang mereka perselisihkan itu”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 19)


“Jikalau Tuhanmu menghendaki,
Tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,
Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”

(Al Qur’an surat Huud (11) ayat 118)


”Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang suka bertengkar”
(Hadits riwayat Muslim)


“Sesungguhnya yang paling dimurkai Allah
Ialah orang-orang yang sangat banyak memusuhi orang lain”

(Hadits riwayat Muslim)


“Janganlah kamu berbicara dengan ucapan yang buruk,
Janganlah kamu sindir menyindir, janganlah kamu memperdengarkan
Khabar orang lain dan janganlah sebahagian kamu menjual
Atas jualan sebahagian yang lain. Sementara itu,
Jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara”

(Hadits riwayat Muslim)


MISI ALLAH :
Melestarikan VISI ALLAH dalam kehidupan manusia selama ada langit dan bumi melalui proses:
  1. ALLAH memilih para Nabi untuk dijadikan sebagai sarana pengumpul petunjuk-petunjuk Allah yang harus disampaikan kepada seluruh umat manusia (QS. 2:132, 136, 213; 3:84-85, 102; 4:163-165)
  2. ALLAH memilih manusia yang bertakwa kepada Allah (QS. 2:105, 269; 16:2) untuk dijadikan utusanNya yang meneruskan perjuangan para Nabi (melestarikan visi Allah) di setiap zaman selama ada langit dan bumi didaerahnya masing-masing (QS. 22:75; 7:35, 63; 9:128)
  3. ALLAH menawarkan (tidak memaksa) (QS. 2:256; 3:159; 88:21-22) kepada seluruh umat manusia untuk mengikuti AL QUR’AN dan agama IBRAHIM yang lurus dan benar (QS. 6:161; 2:124, 132, 136; 16:120; 3:133-134, 138) sebagai tatanan kehidupan yang dapat menjadikan manusia Islami (Selamat Sejahtera Dunia Akhirat) (QS. 3:84-85, 102; 19:15, 33)
  4. ALLAH menawarkan (tidak memaksa) (QS. 2:256; 3:159; 88:21-22) kepada seluruh umat manusia untuk mengerjakan RUKUN ISLAM sebagai ritual yang dapat memproses manusia menjadi TAKWA (takut) kepada Allah dengan mudah, ekonomis, efisien. Rukun ISLAM adalah suatu sistem “kontrol” kehidupan yang dapat memelihara manusia selalu berada dalam keadaan Selamat Sejahtera Dunia Akhirat (ISLAMI) (QS. 2:1-3, 158, 177, 179, 197, 200-203, 215, 286)

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:
“Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)”
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur`an surat Al Israa` (17) ayat 53)


“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud
Hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu
Lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu,
Dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat;
Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”

(Al Qur`an surat Al Maa-idah (05) ayat 91)


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,
Sesudah (Allah) memperbaikinya
Dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)
Dan harapan (akan dikabulkan)
Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat
Kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur`an surat Al A`raaf (07) ayat 56)




Kedua
Sebelum Kita Menafsirkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Memahami Filosofi ISLAMI Sebagai Tatanan Kehidupan Manusia Yang Diridhoi ALLAH

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 19)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. An Nahl (16) ayat 64, 90)
(QS. Al A`raaf (07) ayat 56, 74, 85)
(QS. Yunus (10) ayat 100)

Agar Hasil PeNAFSIRannya Tidak Bertentangan Dengan Filosofi ISLAMI

(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al ‘Imran (03) ayat 19)

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya
Demikian pula Ya’qub (Ibrahim berkata) : Hai anak-anakku!
Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu,
Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 132)

“Katakanlah hai (orang-orang mu’min) :
Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan
Kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya
Dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa Serta apa yang diberikan
kepada nabi-nabi dari Tuhannya Kami tidak membeda-bedakan seorangpun
di antara mereka Dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 136)


“Sesungguhnya Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
Aku diberikan enam kelebihan dibanding Nabi-nabi lain;
Aku diberi kata-kata yang ringkas tetapi mengandung arti yang banyak
Yaitu Al-Quran dan Hadits.
Aku diberi pertolongan dengan cara dapat menakutkan musuh,
Dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan dijadikan kepadaku bumi yang suci
Sebagai tempat sujud. Aku juga diutuskan kepada seluruh makhluk dan
Aku adalah sebagai penutup bagi seluruh para Nabi yaitu Nabi yang terakhir diutuskan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


Filosofi ISLAMI Sebagai Tatanan Kehidupan MANUSIA Yang RIDHO ILAHI, Harus :

Tidak BERSELISIH (QS. 3:19; 17:53)
Tidak DENGKI (QS. 3:19)
Tidak BENCI (QS. 5:91)
Tidak BERMUSUHAN (QS. 5:91)
Tidak MERUSAK (QS. 7:56, 74, 85; 11:85)
MENGGUNAKAN AKAL (QS. 10:100)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam
Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab
Kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di antara mereka
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah
Maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

(Al Qur`an surat Ali `Imran (03) ayat 19)


“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku:
”Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur`an surat Al Israa` (17) ayat 53)


“Janganlah kalian berselisih
Maka sesungguhnya orang sebelum kamu telah berselisih
Maka binasalah mereka”

(Hadits riwayat Ibnu Mas`ud)


“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling suka bermusuhan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Ketiga
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus MEMAHAMI Tata Krama MEMBACA AL QUR’AN Berdasarkan AL QUR`AN Dan HADITS NABI

(QS. Al Waaqiah (56) ayat 77-79)
(QS. Ad Dukhaan (44) ayat 58)
(QS. An Nahl (16) ayat 98)
(QS. Al A’laq (98) ayat 1)
(QS. Yunus (10) ayat 100)
(QS. Al Muzzammil (73) ayat 4)
(QS. Thaahaa (20) ayat 114)
(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 16-19)

TATA KRAMA MEMBACA AL QUR’AN BERDASARKAN AL QUR’AN

  1. Berwudhu (QS. 56:77-79)
  2. Mohon Perlindungan Allah Dari Godaan Iblis Syaitan Yang Terkutuk (QS. 16:98)
  3. Membaca Basmallah (QS. 96:1)
  4. Diterjemahkan Ke Bahasa Yang Mudah Dimengerti (QS. 44:58; 14:4; 19:97; 68:52; 3:138)
  5. Membaca Perlahan-Lahan Tidak Tergesa-Gesa Dan Tidak Boleh Menggerakkan Lidah Karena Hendak Cepat-Cepat Menguasainya (QS. 73:4; 75:16; 20:114)
  6. Selama Membaca Al Qur’an Harus Selalu Menggunakan Akal (QS. 10:100)
  7. Selama Membaca Al Qur’an Harus Selalu Mohon Petunjuk Kepada Allah (QS. 20:114)
  8. Allah Akan Membacakannya Di Dalam Qolbu Si Pembaca (QS. 75:17)
  9. Mengikuti Bacaannya Dan Berbuat Kebajikan Dengan Kerelaan Hati (QS. 75:18-19; 12:22; 2:158, 183-184)
  10. Allah Akan Menjelaskannya Di Dalam Qolbu Bila Ayat-Ayat Allah Yang Telah Dibacanya Dipraktekkan Dalam Kehidupan (QS. 61:2-3; 75:16-19; 87:6)

”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu
Yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan)
Keji dan mungkar
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
Adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Al Ankabuut (29) ayat 45)


“Hendaklah kamu membaca Al Qur’an,
Karena Al Qur’an adalah cahaya petunjuk bagi kamu di bumi
Dan simpanan untuk kamu di akhirat”

(Hadits riwayat Ibnu Hibban)




Keempat
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN PENUH DENGAN PERUMPAMAAN

(QS. Al-Kahfi (18) ayat 54)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 89)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 26)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 41-43)

DENGAN PERUMPAMAAN MANUSIA ADA YANG DISESATKAN ALLAH Dan Ada Pula YANG MENDAPATKAN PETUNJUK

(QS. Al Baqarah (02) ayat 26)

Dan Hanya Orang-orang BerAKAL-lah Yang Dapat MENGAMBIL PELAJARAN Dan Memperoleh HIKMAH Dan ILMU ALLAH

(QS. Al Baqarah (02) ayat 269)
(QS. Ibrahim (14) ayat 52)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi
Bagi manusia dalam Al Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan.
Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah”

(Al Qur`an surat Al-Kahfi (18) ayat 54)


“Perumpamaan tuntunan hidayah dan ilmu yang diutuskan Allah
Pada saya bagaikan hujan yang turun ke tanah. Ada tanah yang subur menerima air
Dan menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak, dan ada yang kering
Hanya dapat menahan air sehingga orang dapat mengambil air minum
Dan mengairi tanaman, dan ada yang tidak dapat menahan air
Dan tidak dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
Demikianlah contoh orang yang mengerti agama Allah
Ia memanfaatkan apa yang aku (nabi) diutus dengannya oleh Allah,
Lalu belajar dan mengajar dan perumpamaan orang yang tidak
Mengangkat kepala, dan ada orang yang tidak dapat
Sama sekali menerima petunjuk ajaran Allah yang diutuskan aku (Nabi) dengannya.”

(Hadits riwayat Abu Musa Al As’ari)




Kelima
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN MENGANDUNG HIKMAH

(QS. Luqman (31) ayat 1-4)

“Alif laam raa, Inilah ayat-ayat Al Qur’an
Yang mengandung hikmah.”

(Al Qur`an surat Yunus (10) ayat 1)


“Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu
Sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya)
Dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 58)


“Ambilah hikmah (ilmu pengetahuan)
Sebab ia tidak akan membahayakan dirimu darimana saja
Keluarnya hikmah itu”

(Hadits riwayat Hakim)




Keenam
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa Ayat-ayat DI AL QUR’AN Selain Mengandung HIKMAH Dan Banyak PENUH HIKMAH

“Demi Al Qur’an yang penuh hikmah”

(Al Qur’an surat Yaa Siin (36) ayat 2)


“Hikmah itu makin menambah kemuliaan orang yang mulia,
Dan dapat mengangkat kedudukan seorang hamba sahaya
Hingga kedudukannya sama dengan raja”

(Hadits riwayat Ibnu Addy)




Ketujuh
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menyadari Bahwa DI AL QUR’AN Terdapat AYAT-AYAT MUHKAMAT Dan MUTASYABIHAT

(QS. Ali `Imran (03) ayat 7)

MUHKAMAT Ialah:
Ayat-Ayat Yang Terang Dan Tegas Maksudnya Dapat Dipahami Dengan Mudah Itulah Pokok-Pokok Isi Al Qur’an Yang Harus Dilaksanakan (QS. 3:7; 20:2; 73:20)

MUTASYABIHAT Ialah:
Ayat-Ayat Yang Mengandung Beberapa Pengertian Yang Tidak Dapat Ditentukan Arti Mana Yang Dimaksud Kecuali Sesudah Diselidiki Secara Mendalam Atau Ayat-Ayat Yang Pengertiannya Hanya Allah Yang Tahu Ayat-ayat Ini. Ditunda Dulu Pelaksanaannya (QS. 3:7; 2:26)

Kita Harus MEYAKINI, Bahwa Kedua Macam Ayat MUHKAMAT Dan Ayat MUTASYABIHAT Adalah Ayat-ayat ALLAH

“Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu.
Di antaranya ada ayat-ayat muhkamat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an
Dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat.
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan,
Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat.
Daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwilnya.
Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah.
Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata :
Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat,
Semuanya itu dari sisi Tuhan kami.
Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya
Melainkan orang-orang yang berakal”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 7)

Tetapi Kita Harus Mendahulukan Untuk Mempelajari Ayat-ayat MUHKAMAT Yang Mudah, Terang Dan Jelas Maksudnya Karena ALLAH Tidak Akan Menyusahkan Manusia

(QS. Thaahaa (20) ayat 2)

“Rasulullah s.a.w membaca firman Allah:
Yang dimaksud: Dialah yang menurunkan kepadamu Wahai Muhammad
Kitab suci Al-Quran. Sebagian besar daripadanya ialah ayat-ayat muhkamat
(yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya),
Ayat-ayat muhkamat itu ialah ibu atau pokok isi Al-Quran
Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat mutasyabihat yang samar-samar
serta tidak terang maksudnya.
Oleh sebab itu timbullah pemahaman yang berlainan menurut
kandungan hati masing-masing.
Adapun orang-orang yang ada di dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan,
Maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar daripada Al-Quran
Untuk mencari-cari takwilnya memutarkan maksudnya menurut yang disukainya.
Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah
Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu agama.
Mereka berkata: Kami beriman kepadanya. Semuanya datang dari sisi Tuhan Kami
Dan tiada yang mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berfikiran.
Setelah selesai Saidatina Aisyah berkata: Rasulullah s.a.w bersabda:
Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat
Yaitu samar-samar dari Al-Quran,
maka mereka itulah orang-orang yang telah disebut oleh Allah.
Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap mereka”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)

Tetapi ALLAH Memerintahkan Kita Untuk Mengambil Ayat-ayat Yang Mudah-mudah Saja Yaitu Ayat MUHKAMAT Karena itu Adalah Pokok-pokok Isi Keinginan-keinginan ALLAH

(QS. Thaahaa (20) ayat 2)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 269)
(QS. Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)
(QS. Al Muzzammil (73) ayat 20)




Kedelapan
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Mengetahui Bahwa AL QUR’AN DITURUNKAN Tidak Untuk MENYUSAHKAN MANUSIA

“Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini
Kepadamu agar kamu menjadi susah”

(Al Qur’an surat Thaahaa (20) ayat 2)


“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran,
Maka adakah orang yang mengambil pelajaran.”

(Al Qur’an surat Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)


“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam beragama”

(Hadits riwayat Ahmad)


“Sesungguhnya agama Islam itu mudah, dan tidaklah seseorangpun
Memberat-berat diri dalam beragama
Melainkan ia akan dikalahkan olehnya”

(Hadits riwayat Bukhari)




Kesembilan
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Mengetahui Bahwa AL QUR’AN DITURUNKAN ALLAH Agar Manusia JANGAN SALING BERSELISIH BERMUSUHAN Dan MERUSAK

(QS. Al Baqarah (02) ayat 213)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 91)
(QS. Al A’raaf (07) ayat 56, 74, 85)

Agar Hasil PeNAFSIRan Kita Tidak Menimbulkan Perselisihan, Permusuhan, Dan Pengrusakkan Karena Berselisih, Bermusuhan Dan Merusak Adalah Sifat-sifat IBLIS-SYAITAN

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku :
Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 53)


“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.
Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)
Dan harapan (akan dikabulkan)
Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur’an surat Al A’raaf (07) ayat 56)


“Janganlah kamu berselisih,
Maka sesungguhnya orang sebelum kamu telah berselisih Maka binasalah mereka”

(Hadits riwayat Ibnu Mas’ud)


“Orang yang paling dibenci Allah adalah Orang yang suka bermusuhan”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


“Apabila engkau bermaksud melakukan suatu pekerjaan maka pikirkanlah akibatnya
Jika sekiranya baik, teruskanlah
Jika sekiranya tidak baik (jahat) maka hentikanlah”

(Hadits riwayat Ibnu Mubarok)




Kesepuluh
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Menggunakan AKAL PIKIRAN Yang SEHAT

(QS. Al Maa-idah (05) ayat 100)
(QS. Ibrahim (14) ayat 52)
(QS. Yusuf (12) ayat 111)

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman
Kecuali dengan izin Allah
Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang
Yang tidak menggunakan akalnya”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 100)


“Allah menganugerahkan al hikmah
(kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah)
Kepada siapa yang Dia kehendaki
Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu,
Ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak
Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran
(Dari firman Allah)”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 269)


“Pikirkanlah olehmu apa yang dijadikan Allah
Dan janganlah kamu pikirkan dzat Allah maka celakalah kamu”

(Hadits riwayat Abu Syeikh)



Kesebelas
Sebelum Kita MeNAFSIRkan Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH YANG TELAH DiBACAnya Sesuai Kemampuan Dan Kesanggupannya Masing-masing

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 19)
(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al A’raaf (07) ayat 42)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 286)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 16)

ALLAH Sangat Murka Kepada MANUSIA Yang Hanya Gemar MEMBACA AL QUR’AN Tetapi Tidak MemPRAKTEKkannya

(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)
(QS. Yunus (10) ayat 109)

“Hai orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Maka bertakwalah kamu kepada Allah
Menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah;
Dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”

(Al Qur’an surat At Taghaabun (64) ayat 16)


“Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya.
Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik.
Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka.
Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Keduabelas
Untuk Mendapat PETUNJUK Dan ILMU Dari ALLAH Yang Ada Di Dalam AL QUR’AN Kita Harus BERBUAT BAIK Kepada Semua Manusia Agar ALLAH Dapat Memberikan HIKMAH Dan ILMU AL QUR’AN Ke Dalam Hati Kita

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36, 48, 116)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 92, 133-134)

“Dan tatkala dia cukup dewasa
Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu
Demikianlah Kami memberi balasan Kepada orang-orang yang berbuat baik”

(Al Qur’an surat Yusuf (12) ayat 22)


“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa
Dan orang-orang yang berbuat kebaikan”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 128)


“Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
Jibril a.s pernah membacakan kepadaku dengan satu huruf.
Aku minta supaya dia mengulangi bacaannya itu,
selalu juga aku minta supaya dia menambahnya dan permintaanku itu
dipenuhi hinggalah berakhir dengan tujuh huruf”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Ketigabelas
Untuk Dapat Memahami “BAHASA AL QUR’AN” Kita Harus MENGUASAI Ayat-ayat ALLAH Dari KEDUA BELAS TAHAPAN Tersebut Dengan Terus-Menerus MEMPELAJARInya

(QS. Faathir (35) ayat 29)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 36)
(QS. Yunus (10) ayat 109)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 49)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)

“Tidak wajar bagi seseorang manusia
Yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian,
Lalu dia berkata kepada manusia : “Hendaklah kamu menjadi
Penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”
Akan tetapi (dia berkata) : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani,
Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab
Dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 79)


“Hai orang-orang yang beriman
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)




Pengetahuan Ayat-ayat ALLAH Yang Dipelajari Dari Ke - 13 Tahapan Proses Tersebut Dijadikan Sebagai DASAR Untuk MeNAFSIRkan Setiap Ayat ALLAH Yang Akan DiTAFSIRkan

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 58-59)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 32, 132)
(QS. Al Hajj (22) ayat 3, 8)

“Sembahlah Allah
Dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun
Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat,
Anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
Dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
Dan membangga-banggakan diri”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 36)


“Sebaik-baiknya manusia adalah
Orang yang memberikan manfaat kepada orang lain”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)


“Kasihilah sesama manusia
Sebagaimana engkau mengasihi dirimu sendiri”

(Hadits riwayat Bukhari)




Bila Belum Menguasai Ayat-ayat ALLAH Dari 13 Tahapan Tersebut, Maka Hasil PeNAFSIRannya Akan Bertentangan Dengan Ayat-ayat ALLAH Yang Lainnya

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab
Dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya :
Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh
Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.
Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis
Oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat
Dari apa yang mereka kerjakan”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 79)


“Hai orang-orang yang beriman,
Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya
Dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 208)

“Sesungguhnya syaitan berkata: Demi kemuliaan Engkau wahai Tuhan
Aku akan senantiasa menyesatkan hamba-Mu
Selama ruh berada dalam tubuh mereka
Maka Allah swt berfirman:
Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku senantiasa Aku mengampuni mereka
Selama mereka memohon ampun kepada-Ku”

(Hadits riwayat Ahmad)




Bila Belum Menguasai Ayat-ayat ALLAH Dari 13 Tahapan Tersebut, Maka Hasil PeNAFSIRannya Akan SESAT Yang Hasil Akhirnya Akan Berselisih, Bermusuhan Dan Merusak”

(QS. Al A’raaf (07) ayat 56, 74, 85)

“Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu :
Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 53)


“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan
Dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) Khamar
Dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang;
Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan itu)”

(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 91)


“Ingatlah ! Saya meninggalkan bagimu dua amanat
Yang berat dan penting yang satu ialah
Kitabullah, sebagai tali pegangan yang menuju kepada Allah.
Siapa yang mengikutinya pasti mendapat hidayah (petunjuk)
Dan siapa yang mengabaikannya pasti celaka”

(Hadits riwayat Muslim)




Apakah SEMUA AYAT-AYAT ALLAH SETELAH DIBACA DAPAT LANGSUNG DIMENGERTI Atau DIPAHAMI ?

“Apabila Kami telah selesai membacakannya
Maka ikutilah bacaannya itu.
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah Penjelasannya”

(Al Qur’an surat Al Qiyaamah (75) ayat 18-19)


“Perumpamaan orang mu’min membaca Al Qur’an dan mengamalkannya
Seperti jeruk (utrujah) rasanya enak dan baunya wangi.
Sedangkan orang mu’min yang tidak membaca Al Qur’an tetapi mengamalkannya
Seperti buah kurma, rasanya manis dan tidak berbau wangi.
Perumpamaan orang munafiq membaca Al Qur’an baunya sedap
Sedangkan rasanya pahit.
Perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al Qur’an
Seperti pohon hanzolah, rasanya pahit atau tidak enak dan baunya pahit.”

(Hadits riwayat Bukhari)




Apakah SEMUA AYAT-AYAT ALLAH Dapat DIPAHAMI Dengan MUDAH ?

Apakah KITA AKAN MENDAHULUKAN Ayat-ayat ALLAH YANG SUSAH Atau YANG MUDAH ?

(QS. Al Muzzammil (73) ayat 20)
(QS. Thaahaa (20) ayat 2)
(QS. Al Qamar (54) ayat 17, 22, 32, 40)

Marilah Kita Mencoba MeNAFSIRkan Untuk Memahami Ayat-ayat ALLAH Di Dalam AL QUR’AN Berdasarkan Ke 13 TAHAPAN Tersebut

Sebelum Kita Mencoba Untuk MeNAFSIRkan, MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH. Berikut Ini
Sebagai Contoh :

BUAH DURIAN YANG DIMAKAN Apanya ?

Apakah KULIT, BIJI Dan TANGKAI HARUS DIMAKAN SEMUANYA ?

DARI CONTOH BUAH DURIAN TERSEBUT Dapat Diketahui BAHWA BUAH DURIAN TERDIRI DARI KULIT, BIJI, TANGKAI DAN DAGING Dan Tidak Semuanya Dimakan KITA HANYA MEMAKAN DAGINGNYA SAJA

Begitu Juga Ayat-ayat ALLAH Tidak Semuanya Langsung DiTAFSIRkan Dan DIPAHAMI Dengan MUDAH Dan DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN MUDAH

Ayat-ayat MUHKAMAT Adalah Pokok-pokok Isi AL QUR’AN Bagaikan Daging Durian Yang Matang Dan Enak Dimakan

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 7)
(QS. (QS Thaahaa (20) ayat 2)

Sedangkan Ayat-ayat MUTASYABIHAT Adalah Kulit Durian Yang Keras, Tajam Dan Sulit Untuk Dimakan

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 7)
(QS. Thaahaa (20) ayat 2) Selengkapnya...

BAB 03 - Kiat-kiat MEMPELAJARI, MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Berdasarkan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

Setelah Mempelajari Dan Memahami “KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH” Tentang Membaca AL QUR’AN Kita Harus Tingkatkan Dengan Mempelajari “KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH” Tentang MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI Kandungan AL QUR’AN

Untuk Dapat MEMAHAMI Kandungan AL QUR’AN Secara KAFAH (Utuh) Kita Harus MENGUASAI Ayat-ayat ALLAH Sebanyak MUNGKIN

(QS. Al Israa’ (17) ayat 36)
(QS. Al Anfaal (08) ayat 22)

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada
Orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,
Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri
Dan di antara mereka ada yang pertengahan
Dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu
Berbuat kebaikan dengan izin Allah.
Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”

(Al Qur’an surat Faathir (35) ayat 32)


“Hai orang-orang yang beriman,
Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya
Dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 208)



Oleh Karena Itu, Sebelum Kita MeNAFSIRkan Satu Ayat Saja Kita Harus Menguasai Terlebih Dahulu Kiat-kiat MeNAFSIRkan AL QUR’AN Berdasarkan KEINGINAN-KEINGINAN ALLAH

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 59)

“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasulnya;
jika kamu berpaling,
Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”

(Al Qur’an surat Al ‘Imran (03) ayat 32)


“Hai orang-orang yang beriman,
Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya
Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan
Dalam keadaan beragama Islam”

(Al Qur’an surat Ali Imran (03) ayat 102)



Apakah TUJUAN Dari MEMPELAJARI, MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI AL QUR`AN ?

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan
Kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian lalu dia berkata kepada manusia:
Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah
Akan tetapi (dia berkata) :
Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani
Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab
Dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”

(Al Qur’an surat Ali ’Imran (03) ayat 79)


“Yang paling baik diantara kamu ialah
Yang belajar Al Qur’an dan yang mengajarkannya”

(Hadits riwayat Bukhari)



Tujuan MEMPELAJARI, MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI AL QUR`AN Adalah Untuk Dapat DiPRAKTEKkan Dalam Kehidupan Sebelum Menjelang Kematian

(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan,
Sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri ,
Padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat) ?
Maka Tidakkah kamu berpikir ?“

(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 44)


“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
Sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu;
Lalu ia berkata : Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku Sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah
Dan aku termasuk orang-orang yang saleh”

(Al Qur’an surat Al Munaafiquun (63) ayat 10)


“Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya.
Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik.
Mereka membaca Al Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka.
Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan.
Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya,
Membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)



Tujuan MEMPELAJARI, MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI AL QUR`AN Adalah
Agar Bisa MELAKSANAKAN KANDUNGAN AL QUR`AN Sesuai Dengan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)



Bagaimana CARAnya DAPAT MEMPELAJARI Dan MEMAHAMI AL QUR`AN DENGAN TETAP MENDAPATKAN RIDHO ALLAH ?

Proses MEMPELAJARI, MENAFSIRKAN Dan MEMAHAMI AL QUR`AN Harus Mengikuti PETUNJUK ALLAH YANG ADA DI AL QUR`AN Dan HADITS NABI

(QS. An Nisaa’ (04) ayat 59)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
Tidak mempunyai pengetahuan tentangnya
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati
Semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 36)


“Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling,
Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 32)


“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 132)


“Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kamu ini
Sesuatu yang tidak ada dasarnya daripadanya
Maka itu pasti tertolak”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)

Selengkapnya...

BAB 02 - MINIMAL ADA 12 TAHAPAN PROSES MEMBACA KANDUNGAN AL QUR’AN Yang Diridhoi ALLAH

Tahap Pertama
SEBELUM MEMBACA AL QUR`AN Kita Harus MEMBERSIHKAN RUH-JIWA KITA Dan Mempunyai NIAT SEMATA-MATA Karena Ingin MENDAPAT RIDHO ALLAH Hal Itu Diwujudkan DENGAN MELAKUKAN WUDHU


“Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah
Bacaan yang sangat mulia pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh)
Tidak menyentuh kecuali hamba-hamba yang disucikan”

(Al Qur’an surat Al Waaqi’ah (56) ayat 77-79)


“Al Qur’an tidak dapat disentuh
Kecuali orang yang disucikan”

(Hadits riwayat Nasa’i)



Tahap Kedua
MEMBACA AL QUR`AN Harus Diterjemahkan Ke Dalam BAHASAnya MASING-MASING

(QS. Ibrahim (14) ayat 4)

TERJEMAHAN Dalam BAHASAnya Masing-masing Perlu DiBACA Agar Dapat Memahaminya
Dengan Mudah Ayat-ayat Yang Sedang Dibacanya

(QS. Thaahaa (20) ayat 2)
(QS. Yusuf (12) ayat 1-2)
(QS. Az Zukhruf (43) ayat 1-3)

“Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu
Dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran”

(Al Qur’an surat Ad Dukhaan (44) ayat 58)


“Maka sesungguhnya, telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu,
Agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu
Kepada Orang-orang yang bertakwa
Dan agar kamu memberi peringatan dengannya
Kepada kaum yang membangkang”

(Al Qur’an surat Maryam (19) ayat 97)


“Setiap Nabi diutus khusus kepada bangsanya,
Tetapi saya (Muhammad) dikirim baik kepada
Bangsa kulit merah maupun kulit hitam”

(Hadits riwayat Bukhari)



Tahap Ketiga
MEMBACA AL QUR’AN Harus Mendahulukan Ayat-ayat ALLAH Yang Mudah DIBACAnya KARENA AL QUR’AN TIDAK MENYUSAHKAN MANUSIA

(QS. Al Muzzammil (73) ayat 20)
(QS. Al Qamar (54) ayat 32, 40)

“Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu
Agar kamu menjadi susah”

(Al Qur’an surat Thaahaa (20) ayat 2)


“Dan sesungguhnya
Telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran
Maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?”

(Al Qur’an surat Al Qamar (54) ayat 17, 22)


“Jauhilah olehmu
Hal-hal yang sukar dilakukan”

(Hadits riwayat Baihaqi)




Tahap Keempat
SEBELUM MEMBACA AL QUR`AN Harus MEMOHON PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH Dari Godaan IBLIS SYAITAN Yang Terkutuk DENGAN MEMBACA ”TAUDZ”


“Apabila kamu membaca Al Qur’an
Hendaklah kamu meminta perlindungan Kepada Allah
Dari syaitan yang terkutuk”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 98)


“Barangsiapa membaca Al Qur’an
Maka hendaklah
Memohon kepada Allah dengannya”

(Hadits riwayat Tirmidzi)

Dengan Membaca “TAUDZ” Selama Membaca AL QUR’AN Kita Dilindungi ALLAH Dari Godaan IBLIS SYAITAN

(QS. An Nahl (16) ayat 98)

“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
Maka mohonlah perlindungan kepada Allah
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

(Al Qur’an surat Fushshilat (41) ayat 36)


“Barangsiapa membaca Al Qur’an
Maka hendaklah ia memohon kepada Allah dengannya”

(Hadits riwayat Turmudzi)



Tahap Kelima
Setelah Membaca “TAUDZ” (Memohon Perlindungan Dari ALLAH Atas Godaan Iblis) Harus Membaca “BASMALAH”


“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu
Yang menciptakan”

(Al Qur’an surat Al ‘Alaq (96) ayat 1)


“Setiap pekerjaan
Yang tidak dimulai Bismillahirrohmanirrohiim
Maka terputuslah berkatnya”

(Hadits riwayat Abu Daud)



Tahap Keenam
SELAMA MEMBACA AL QUR`AN DI DALAM HATI SANUBARI Dan PIKIRAN Harus Selalu MENGGUNAKAN AKAL Agar Selalu MENDAPAT RIDHO ALLAH

(QS. Al Baqarah (02) ayat 269)

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman
Kecuali dengan izin Allah
Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang
Yang tidak menggunakan akalnya”

(Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 100)


“(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia
Dan supaya mereka diberi peringatan denganNya,
Dan supaya mereka mengetahui bahwasanya
Dia adalah Tuhan yang Maha Esa
Dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”

(Al Qur’an surat Ibrahim (14) ayat 52)


“Pikirkanlah olehmu apa yang dijadikan Allah
Dan janganlah kamu pikirkan dzat Allah
Maka celakakah kamu”

(Hadits riwayat Abu Syeikh)



Tahap Ketujuh
SELAMA PROSES MEMBACA AL QUR`AN Harus PERLAHAN-LAHAN MEMBACAnya Dengan Tidak MENGERASKAN SUARANYA

(QS. Thaahaa (20) ayat 114)

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu
Dengan merendahkan diri dan rasa takut
Dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang
Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”

(Al Qur’an surat Al A’raaf (07) ayat 205)


“Atau lebih dari seperdua itu
Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan”

(Al Qur’an surat Al Muzzammil (73) ayat 4)


“Dari Abdullah bin Amri, Nabi Saw bersabda :
Akan diperintahkan kepada shahibul Qur’an (ahli Qur’an) bacalah
Dan terus naik dan bacalah dengan tartil (tertib)
Sebagaimana kamu dahulu membaca di dunia
Karena sesungguhnya kedudukanmu adalah
Pada ayat yang terakhir kamu baca”

(Hadits riwayat Tirmidzi, Daud & Ahmad)



Tahap Kedelapan
SELAMA PROSES MEMBACA AL QUR`AN AL-QUR`AN HARUS DIBACANYA Tidak TERGESA-GESA Dan Tidak CEPAT-CEPAT INGIN MENGUASAINYA

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 16)
(QS. Thaahaa (20) ayat 114)

MEMBACA AL QUR’AN Jangan Tergesa-gesa, Jangan Terburu-buru Agar Tidak Salah Bacaannya Dan Tidak Salah Penafsirannya Dan Mudah Untuk Dipahaminya Dan Tidak Tergoda IBLIS SYAITAN

(QS. Al Muddatstsir (74) ayat 3)
(QS. Al Israa’ (17) ayat 53)
(QS. An Nahl (16) ayat 98)
(QS. Fushshilat (41) ayat 36)

“Maka Maha Tinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya
Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an
Sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu
Dan katakanlah :
Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

(Al Qur’an surat Thaahaa (20) ayat 114)


“Janganlah kamu gerakkan lidahmu
Untuk (membaca) Al Qur’an
Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya”

(Al Qur’an surat Al Qiyaamah (75) ayat 16)


“Siapa yang menghatamkan Al Qur’am
Dalam waktu kurang dari tiga hari
Dia tidak akan dapat memahami bacaannya dengan baik”

(Hadits riwayat Tirmidzi & Ibnu Majah)


“Dari Ibnu Abbas r.a: Tentang firman Allah s.w.t:
Yang dimaksud: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Quran.
Beliau berkata: Dulu apabila Malaikat Jibril turun menyampaikan wahyu,
Maka Nabi s.a.w menggerakkan lidah dan bibir baginda untuk membaca
Wahyu tadi, sehingga susah menggerakkannya.
Keadaan baginda sedemikian dapat dilihat. Maka Allah berfirman:
Yang dimaksud: Janganlah kamu menggerakkan lidahmu
Untuk membacanya dan ingin cepat menguasainya.
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.
Kamilah yang perlu mengumpulkannya di dadamu dan membacanya,
Lalu kamu membacanya.
Yang dimaksud: Apabila Kami selesai membacanya,
Maka ikutilah bacaan itu. Kami menurunkannya, maka dengarkanlah baik-baik.
Firmannya Yang dimaksud: Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
Kami menjelaskannya melalui lidahmu. Apabila Malaikat Jibril mendatangi baginda,
Baginda diam dan apabila Malaikat tadi (Jibril) telah pergi,
Barulah baginda membacanya
Sebagaimana telah dijanjikan oleh Allah kepada baginda”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Tahap Kesembilan
SELAMA MEMBACA AL QUR`AN HATI Dan NURANI KITA Harus Selalu MEMOHON PETUNJUK Dan BIMBINGAN KEPADA ALLAH Agar Selalu Ditambahkan ILMU-NYA

(QS. Thaahaa (20) ayat 114)
(QS. Al Mu’min (40) ayat 60)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 186)

Karena Hanya ALLAH Yang Akan Memberi PETUNJUK Dan Membimbing Kita Ketika Sedang MEMBACA Dan MEMPELAJARInya

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 16-19)

“Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya
Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an
Sebelum disempurnakan mewahyukan kepadamu
Dan katakanlah :
Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

(Al Qur’an surat Thaahaa (20) ayat 114)


“Nabi pernah mengajarkan Al Qur’an kepadamu lalu berdoa :
Ya Allah ajarilah ia Al Qur’an”

(Hadits riwayat Bukhari)




Tahap Kesepuluh
SETELAH MEMBACA AL QUR`AN Ayat-ayat ALLAH Tersebut Harus DIIKUTI BACAANnya (Ayat-ayat Allah Harus Dilaksanakan)

(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Yunus (10) ayat 109)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)

Ayat-ayat ALLAH Yang Telah DiBACAnya Harus Dipraktekkan Agar ALLAH Meridhoinya Dan Akan Memberi PETUNJUK Kepada Orang-orang Yang Bertakwa

(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 138)
(QS. Al Haaqqah (69) ayat 48)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 44)

“Apabila Kami telah menyelesaikan membacakannya
Maka ikutilah bacaannya itu kemudian
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya”

(Al Qur’an surat Al Qiyaamah (75) ayat 18-19)


“Hai orang-orang yang beriman
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Siapa saja yang membaca Al Qur’an dan mengamalkan isinya
Maka Allah akan memberikan pahala pada kedua orang tuanya mahkota
Pada hari kiamat yang bercahaya lebih terang dari cahaya matahari
Yang masuk ke dalam rumah di dunia”

(Hadits riwayat Ahmad)




Tahap Kesebelas
KITA HARUS MELAKSANAKAN KESEPULUH TAHAPAN TERSEBUT SELAMA MEMBACA AL QUR’AN, Karena ALLAH AKAN MEMBACAKAN Ayat-ayat-Nya DI DALAM QALBU-DADA
MANUSIA YANG SEDANG MEMBACAnya

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 17-19)


“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)



“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,
Dan bertakwallah kepada Allah Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”

(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 2-3)



Tahap Keduabelas
ALLAH AKAN MEMBERIKAN HIKMAH Dan ILMU Tentang AL QUR`AN Kepada MANUSIA Yang Berbuat KEBAJIKAN

(QS. Yusuf (12) ayat 22)
(QS. An Nisaa` (04) ayat 36)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 83, 215)
(QS. An Nahl (16) ayat 128)

Karena ALLAH Menyukai KEBAJIKAN Dan ALLAH Beserta Orang-orang Yang Berbuat KEBAJIKAN

(QS. Al Ankabut (29) ayat 69)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 195)

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa
Dan orang-orang yang berbuat kebajikan”

(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 128)


“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia
Dan pahala yang baik di akhirat
Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 148)


“Mujasyik bin Mas'ud as-Sulami r.a katanya:
Aku berjumpa Nabi s.a.w untuk berikrar setia
dengan baginda untuk sama-sama berhijrah.
Lalu baginda bersabda:
Sesungguhnya Hijrah telah berlalu, tetapi ikrar setia
yang masih boleh dilakukan
ialah terhadap Islam, jihad dan melakukan kebaikan”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Bila Kita KONSISTEN MELAKSANAKAN KEDUA BELAS Hal Tersebut Di Atas Maka ALLAH
AKAN MEMBACAKANNYA Di Dalam HATI MANUSIA

Bila Kita KONSISTEN MELAKSANAKAN KEDUA BELAS Hal Tersebut Di Atas MAKA ALLAH AKAN Membimbing HATI SiPEMBACA Untuk Pandai MEMBACAnya

SILAHKAN MEMBACA
Surat 75 (Al-Qiyaamah) Ayat 16-17
BERULANG-ULANG
MINIMAL 5 KALI

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu
Untuk (membaca) Al-Qur`an karena hendak cepat-cepat (menguasainya)
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya
(di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya”

(Al-Qur`an surat Al-Qiyaamah (75) ayat 16-17)

Siapa Yang Menjadikan NABI MUHAMMAD Pandai Membaca AL QUR`AN ?

NABI MUHAMMAD SAW Dapat PANDAI Dan MAHIR Membaca Dan Menguasai Kandungan AL QUR`AN Dibimbing Dan Dipandu Oleh ALLAH SWT

Siapa Yang Menjadikan SiPEMBACA PANDAI Membaca AL QUR`AN ?

ALLAH YANG MAHA MEMBIMBING Akan Memandu Setiap Orang Yang Sedang
MEMBACA AL QUR`AN Bila SiPEMBACA Mengikuti KEDUA BELAS PETUNJUK ALLAH
Tentang TATAKRAMA MEMBACA ALQUR`AN

Marilah Kita Pelajari Bersama Surat Ke 75 (Al Qiyaamah) Ayat 17 Dengan Membacanya Perlahan-lahan Dan Tidak Tergesa-gesa

SIAPA YANG DIMAKSUD DENGAN “KAMI” PADA Surat Ke 75 (Al-Qiyaamah) ayat 17

“Sesungguhnya Atas Tanggungan Kamilah
Mengumpulkannya (Di Dadamu)
Dan (Membuatmu Pandai) Membacanya”

(Al-Qur`an surat Al Qiyaamah (75) ayat 17)

Kata “KAMI” Di Dalam Surat Ke - 75 Ayat 17 Adalah ALLAH

Dimana ALLAH Akan “MEMBACAKAN-Nya” Dan Akan “MEMBIMBING-Nya” ?

ALLAH YANG MAHA MEMBIMBING Akan Menuntun HATI MANUSIA Yang Sedang MEMBACA AL QUR`AN Sehingga Dapat Mengerti Apa Yang Sedang DiBACAnya

Di Dalam DADA SIAPA ALLAH Akan “MEMBACAKAN”-Nya Dan Akan
“MEMBIMBING”-Nya ?

ALLAH AKAN MEMBIMBING “HATI-QOLBU” YANG ADA DI DALAM DADA MANUSIA
Yang Sedang MEMBACA AL QUR`AN

Apakah Mungkin Allah Akan Membimbing Hati-Qolbu Kita Bila Kita Tidak Pernah Membaca Al Qur’an ?

ALLAH AKAN BERSEMAYAM Di Dalam HATI Dan DADA MANUSIA Yang Sedang MEMBACA AL QUR`AN Bila Ia Mengikuti PETUNJUK-PETUNJUK ALLAH
Tentang CARA-CARA MEMBACA AL QUR`AN

SIAPA YANG AKAN Menjelaskan BACAANNYA ?

ALLAH YANG MAHA MEMBERI PENJELASAN Akan Menjelaskan ARTI, MAKNA Dan MAKSUD Dari Ayat-ayat ALLAH YANG SEDANG DiBACANya BILA SiPEMBACA MELAKSANAKAN BACAANnya

Bagaimana Caranya AGAR KITA DAPAT MENGERTI Penjelasan Dari Ayat-ayat ALLAH Yang Sudah Kita BACA ?

Ayat-ayat ALLAH YANG SUDAH DIBACAnya Harus DILAKSANAKAN DALAM KEHIDUPANnya SEHARI-HARI


“Hai orang-orang yang beriman
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
Dan bertawakallah kepada Allah Dan cukuplah Allah sebagai pelindung”

(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 2-3)


“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan,
Sedang kamu melupakan dari (kewajiban) mu sendiri,
Padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat) ?
Maka tidakkah kamu berpikir ?

(Al Qur’ an surat Al Baqarah (02) ayat 44)


"Sebaik‑baik kalian adalah
Orang yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya"

(Hadits riwayat Bukhari)


Ayat-ayat ALLAH Tersebut Harus “DIIKUTI BACAANnya” (Harus Dipraktekkan)

ALLAH AKAN SENANTIASA Menjelaskan Ayat-ayatnya KEPADA MANUSIA Yang Senang MEMBACA AL QUR`AN Dan Tetap MemPRAKTEKkannya DALAM KEHIDUPANnya

(QS. Al Qiyaamah (75) ayat 18-19)
(QS. Ash Shaff (61) ayat 2-3)

“Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata
Di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu
Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami
Kecuali orang-orang yang zalim”

(Al Qur’an surat Al Ankabuut (29) ayat 49)


“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah
Dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki
Yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam
Dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan
Yang tidak akan merugi”

(Al Qur’an surat Faathir (35) ayat 29)




Insya Allah KITA TERMASUK KE DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG DIBERIKAN PENJELASANNYA DARI ALLAH

(QS. Al Ankabut (29) ayat 49)
(QS. Faathir (35) ayat 29)

“(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia
Dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 138)


“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia,
Petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”

(Al Qur’an surat Al Jaatsiyah (45) ayat 20)


“Rasulullah s.a.w telah bersabda:
Kita adalah orang-orang yang terakhir dan kita jugalah orang-orang
yang mendahului umat manusia pada Hari Kiamat.
Setiap umat dikaruniakan Kitab sebelum kita.
Kemudian kita pula diberi kitab sesudah mereka.
Oleh karena itu, inilah hari yang ditentukan oleh Allah untuk kita.
Allah memberi petunjuk kepada kita pada hari tersebut.
Umat-umat lain akan mengikuti kita pada hari itu,
kaum Yahudi esok dan kaum Nasrani lusa”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Bagaimana Mungkin KITA DAPAT MENGUASAI Ayat-ayat ALLAH Jika Tidak MEMBACAnya ?
(Iya nggak)

Bagaimana Mungkin KITA DAPAT MELAKSANAKAN Kandungan AL QUR`AN Bila Kita Tidak MENGUASAInya ?

Silahkan Sering MEMPELAJARI Dan MEMBACAnya Jika Ingin MENGUASAI KANDUNGAN AL QUR`AN

(QS. Ali “Imran (03) ayat 79)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 45)
(QS. Faathir (35) ayat 29)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
Tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati
Semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 36)


“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan
Kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian,
Lalu dia berkata kepada manusia : Hendaklah kamu menjadi
Penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.
Akan tetapi (dia berkata) : Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani,
Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab
Dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya"

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 79)


"Perumpamaan orang yang senantiasa membaca Al Qur'an dan ia hafal,
Ia bersamaan dengan malaikat‑malaikat penulis yang mulia.
Dan perumpamaan orang yang membaca dan ia memperbaikinya
Dengan bersusah payah, maka baginya dua pahala".

(Hadits riwayat Bukhari)




Untuk Menambah Wawasan Pemahaman Tentang MEMBACA AL QUR’AN BERDASARKAN AYAT-AYAT ALLAH (AL QUR’AN Dan HADITS NABI)
Silahkan Membaca Dan Mempelajari Sunnah Dan Hadits Nabi Yang Sesuai Dengan Ayat-ayat Berikut :

1.Mohon lindungan Allah dari godaan iblis syaitan yang terkutuk
Surat (07) Al A`raaf ayat 16-17
Surat (15) Al Hijr ayat 39-42
Surat (16) An Nahl ayat 98
Surat (41) Fushshilat ayat 36
Surat (20) Thaahaa ayat 117

2.Membaca dan mempelajari Al-Qur`an tidak boleh tergesa-gesa
Surat (20) Thaahaa ayat 114
Surat (73) Al Muzzamil ayat 4
Surat (75) Al Qiyaamah ayat 16

3.Mohon bimbingan dan ditambahkan ilmu dari Allah
Surat (02) Al Baqarah ayat 32
Surat (12) Yusuf ayat 22
Surat (20) Thaahaa ayat 114

4.Membaca Al-Qur`an harus mendahulukan surat atau ayat yang mudah dimengerti atau surat dan ayat muhkamat
Surat (03) Ali `Imran ayat 7
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (54) Al Qamar ayat 17, 22, 32 dan 40
Surat (73) Al Muzzamil ayat 20

5.Membaca dan mempelajari Al-Qur`an tidak harus menunggu pandai berbahasa Arab, tetapi diperbolehkan dengan bahasanya masing-masing
Surat (03) Ali `Imran ayat 138
Surat (14) Ibrahim ayat 4
Surat (19) Maryam ayat 97
Surat (44) Ad Dukhaan ayat 58
Surat (45) Al Jaatsiyah ayat 20

6.Selama proses membaca Al-Qur`an harus selalu menggunakan akal agar tetap mendapatkan ridho Allah
Surat (10) Yunus ayat 100
Surat (12) Yusuf ayat 111, 22
Surat (13) Ar Ra`d ayat 3-4, 19
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (20) Thaahaa ayat 54
Surat (30) Ar Ruum ayat 28

7.Al Qur’an adalah Pedoman Hidup seluruh umat manusia, tidak hanya untuk umat manusia yang mengerjakan Rukun Islam
Surat (68) Al Qalam ayat 52
Surat (03) Ali ‘Imran ayat 138
Surat (06) Al An’aam ayat 90
Surat (14) Ibrahim ayat 52
Surat (39) Az Zumar ayat 41
Surat (45) Al Jaatsiyah ayat 20

8.Al Qur’an membenarkan kitab-kitab suci sebelumnya
Surat (03) Ali ‘Imran ayat 3
Surat (04) An Nisaa’ ayat 136
Surat (05) Al Maa-idah ayat 48
Surat (06) Al An’aam ayat 92
Surat (07) Al A’raaf ayat 157-158
Surat (20) Yunus ayat 37
Surat (12) Yusuf ayat 111
Surat (35) Luqman ayat 31

9.Islam yang diridhoi Allah harus berlandaskan Al Qur’an
Surat (03) Ali ‘Imran ayat 19, 84-85
Surat (17) Al Israa’ ayat 53
Surat (05) Al Maa-idah ayat 91
Surat (07) Al A’raaf ayat 56, 74, 85
Surat (04) An Nisaa’ ayat 56
Surat (16) An Nahl ayat 104
Surat (18) Al Kahfi ayat 105

10.Al Qur’an sebagai petunjuk, peringatan dan pelajaran bagi manusia
Surat (02) Al Baqarah ayat 2
Surat (17) Al Israa’ ayat 9, 41
Surat (20) Thaahaa ayat 113
Surat (27) An Naml ayat 77
Surat (54) Al Qamar ayat 17, 22, 32, 40
Surat (69) Al Haaqqah ayat 48
Surat (74) Al Muddatstsir ayat 54-56

11.Al Qur’an sebagai kabar gembira dan penawar hati
Surat (16) An Nahl ayat 102, 89
Surat (17) Al Israa’ ayat 9, 82
Surat (19) Maryam ayat 97

12.Al Qur’an sebagai peringatan bagi semesta alam
Surat (02) Al Baqarah ayat 2
Surat (17) Al Israa’ ayat 9, 41
Surat (20) Thaahaa ayat 113
Surat (27) An Naml ayat 77
Surat (54) Al Qamar ayat 17, 22, 32, 40
Surat (69) Al Haaqqah ayat 48
Surat (74) Al Muddatstsir ayat 54-56

13.Mempelajari Al Qur’an berdasarkan Al Qur’an sangat mudah, murah dan dapat dipelajari dengan bahasanya masing- masing :
Surat (14) Ibrahim ayat 4
Surat (19) Maryam ayat 97
Surat (20) Thaahaa ayat 2
Surat (30) Ar Ruum ayat 22
Surat (41) Fushshilat ayat 44
Surat (44) Ad Dukhaan ayat 58
Surat (54) Al Qomar ayat 17, 22, 32, 40
Surat (68) Al Qalam ayat 52


14.Al Qur’an adalah sumber informasi menjelaskan sesuatu
Surat (12) Yusuf ayat 111
Surat (16) An Nahl ayat 89
Surat (44) Ad Dukhaan ayat 2-4
Selengkapnya...

BAB 01 - Kiat-kiat MEMBACA Kandungan AL QUR’AN Berdasarkan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

Sebelum Kita Pelajari Proses MeNAFSIRkan Dan MEMAHAMI Ayat-ayat ALLAH Kita Harus Menguasai Tata Cara MEMBACA AL QUR’AN Versi ALLAH Agar Membacanya Tidak Sesat


“Hai orang-orang yang beriman,
Taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),
Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 59)


“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling,
Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 32)


“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 132)


“Siapa yang taat padaku, berarti taat pada Allah,
Dan siapa yang melanggar padaku berarti melanggar kepada Allah.
Dan siapa yang taat pada pimpinan (kepala)nya berarti taat kepadaku,
Dan siapa ma’siat kepada pimpinan (kepala)nya berarti ma’siat padaku.”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




MEMBACA AL QUR`AN Adalah AWAL DARI PROSES MEMPELAJARI AL QUR`AN

Apakah Mungkin Kita Dapat Memahami AL QUR`AN Bila Kita Tidak Membaca Dan Mempelajarinya ?

”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu
Yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) Keji dan mungkar
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
Adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Al Ankabuut (29) ayat 45)


“Hendaklah kamu membaca Al Qur’an,
Karena Al Qur’an adalah cahaya petunjuk bagi kamu di bumi
Dan simpanan untuk kamu di akhirat”

(Hadits riwayat Ibnu Hibban)


“Bacalah Al Qur’an !
Karena pada hari kiamat Al Qur’an akan datang
Sebagai penolong bagi pembacanya”

(Hadits riwayat Muslim dari Abu Umamah)



Apakah TUJUAN ANDA Ketika MEMBACA AL QUR`AN ?

TUJUAN MEMBACA AL QUR`AN Adalah UNTUK MEMAHAMI KANDUNGAN AL QUR`AN Dan DAPAT MELAKSANAKANNYA DALAM KEHIDUPAN

(QS. Al Ahzab (33) ayat 2-3)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
Tidak mempunyai pengetahuan tentangnya
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu
Akan diminta pertanggungan jawabnya”

(Al Qur’an surat Al Israa’ (17) ayat 36)


“Hai orang-orang yang beriman
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”

(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)


“Siapa yang mengada-ngadakan sesuatu dalam agama Kami ini
Sesuatu yang tidak ada dasarnya daripadanya
Maka itu pasti tertolak”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Bagaimana CARANYA MEMBACA AL QUR`AN Yang Diridhoi ALLAH ?

MEMBACA AL QUR`AN Yang DIRIDHOI ALLAH Harus Berdasarkan Keinginan-keinginan ALLAH Atau Harus Berdasarkan AYAT-AYAT ALLAH Yang Ada Di AL QUR`AN Dan HADITS NABI

(QS. Al Israa’ (17) ayat 36)

“Katakanlah : taatilah Allah dan RasulNya;
Jika kamu berpaling,
Maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 32)


“Dan Taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”

(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 132)


“Hai orang-orang yang beriman,
Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
Maka kembalilah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),
Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 59)

“Siapa yang taat padaku, berarti taat pada Allah,
Dan siapa yang melanggar padaku berarti melanggar kepada Allah.
Dan siapa yang taat pada pimpinan (kepala)nya berarti taat kepadaku,
Dan siapa ma’siat kepada pimpinan (kepala)nya berarti ma’siat padaku.”

(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)




Apa Saja Kiat-kiatnya MEMBACA AL QUR`AN Yang Diridhoi ALLAH ?

Kiat-Kiat MEMBACA AL QUR`AN Yang Diridhoi ALLAH Ialah PROSES MEMBACAnya Harus Sesuai Dengan AL QUR’AN Dan HADITS NABI

(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 32, 132)

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya
dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian,
yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”

(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 59)
Selengkapnya...